Dirjen Pemasaran Perdagangan Dalam Negeri Gelar Sosialisasi “Aku Cinta Produk Dalam Negeri” Kepada 250 Pelajar Di Ambon

Ambon-Sebanyak 250 orang siswa tingkat SMP dan SMA se-Kota Ambon mengikuti sosialisasi Penanaman Cinta Produk Dalam Negeri, yang bertujuan untuk lebih mencintai produk dalam negeri yang diadakan oleh Dirjen Pedagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan bekerjasama dengan Dinas Perdagangan Provinsi Maluku, Kamis (14/09).

Sosialisasi dilanjutkan dengan kunjungan ke  sentra produksi kerajinan Sisik Ikan “Mama Thea” atau yang lebih dikenal dengan di Rumah Kayu Wayame milik Theodora de Lima.    

Kasubdit Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri Direktorat Jenderal Perdagangan Dalam Negeri, Farid Chandra mengatakan, kegiatan ini bertujuan untuk memotivasi sekaligus mengajarkan anak agar lebih cinta produk dalam negeri.

Selain itu lewat kegiatan ini siswa bisa mengetahui bahwa Indonesia mampu memproduksi barang-barang yang lebih baik dari negara yang lain, terbukti beberapa produk kerajinan banyak diminati dimancanegara

Menurut Farid menghadapi pasar global, terutama Masyarakat Ekonomi Eropa (MEA), pemerintah gencar mensosialisasikan program Peningkatan Penggunaan Produksi Dalam Negeri (P3DN) untuk mengamankan pasar lokal dari serbuan impor.

Ia mengatakan,  jika pasar Indonesia yang besar ini tidak bisa dijaga, maka pasar Indonesia akan dikuasai negara lain dan hal ini tentu akan sangat merugikan. Karena itu, masyarakat perlu didorong untuk mencintai produk dalam negeri.

Meningkatnya penggunaan produk dalam negeri akan meningkatkan industri dalam negeri yang berdampak mendorong industri dalam negeri untuk terus berinovasi dan berkreativitas agar bisa meningkatkan daya saing.

Ditambah lagi banyak produk dalam negeri yang tidak kalah dengan produk impor, bahkan sudah diekspor ke luar negeri, salah satunya produk sisik ikan “Mama Thea”.

Farid menyatakan dalam hal sosialisasi, pihaknya tidak menargetkan pada nilai penjualan, tapi lebih ditekankan kepada pengenalan produksi Indonesia yang berbasis pada inovasi dan kreativitas.

Menurutnya dengan sosialisasi Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri (P3DN) ini dapat mengurangi ketergantungan pada impor yang mengancam ketahanan industri dalam negeri.

Farid berharap, kegiatan ini akan bermanfaat bagi semua lapisan masyarakat, apalagi produk dalam negeri kualitasnya tidak kalah dengan produk luar negeri sehingga hal ini akan meningkatkan rasa cinta pada hasil karya anak negeri.DMS

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *