Berita Ambon – Dinas Perhubungan Kota Ambon diminta turun tangan, mengatasi kemacetan di Jalan Tulukabessy, karena banyaknya kendaraan yang diparkir sembarangan oleh pemiliknya, guna mengurangi kemacetan, terutama pada saat jam pulang kantor.
Selain itu penertiban sejumlah trotoar dan bahu jalan yang dipakai pedagang untuk berjualan guna mengembalikan fungsi trotoar bagi pejalan kaki.
Kepala Dinas Pehubungan Kota Ambon, Robby Sapulette mengatakan, untuk menjawab keresahan masyarakat, Dishub Kota Ambon, berkoordinasi dengan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP) akan melakukan penertiban disepanjang kawasan Jalan Tulubessy tersebut, untuk memberikan rasa nayaman kepada warga kota Ambon.
“Kawasan jalan itu, sering mengalami kemacetan yang cukup lama terutama pada jam pulang kantor. Kondisi kemacetan di kawasan itu berulang kali terjadi meskipun upaya rekayasa pengalihan arus lalulintas sudah sering dilakukan”kata Sapulete.
Menurutnya, salah satu pengaruh terhadap kemacetan di Jalan Tulukabessy, tidak terlepas dari padatnya arus kendaraan dari arah Jln.Jenderal Sudirman, baik menuju dalam kota Ambon maupun sebaliknya.
“Penertiban nantinya terus dilakukan dan menjadi kebijakan terpadu yang berkesinambungan baik untuk jalan Tulukabessy, jalan Rijali termasuk ruas jalan lainya” sebut Sapulete.
Sedangkan, untuk kendaraan yang diparkir serampangan dibahu jalan akan ditindak, dan ancaman kepada pemilik kendaraan wajib membayar denda sebesar Rp 500 ribu.
Langkah ini ditempuh, lantaran pemilik kendaraan dinilai balum patuh pada peraturan yang telah diterapkan pemerintah. Sebelumnya, Dishub telah mengeluarkan imbauan, bahkan dengan cara menggembos ban mobil atau digembok.
Mekanisme denda, kata dia dibayarkan setelah mobil yang terparkir diderek oleh Dinas Perhubungan. Para pemilik kendaraan boleh mengambil kendaraan mereka dengan membayar biaya denda kepada pemerintah kota.
Penertiban yang dilakukan oleh pemerintah Kota bukan untuk kepentingan pemerintah semata tetapi untuk kenyamanan masyarakat, “Olehnya itu masyarakat agar memahami tugas dan tanggung jawab masing-masing sebab apa yang dilakukan pemerintah semata-mata untuk menata kota Ambon”pinta Sapulette.(DMS)