DPD-RI Minta Pemerintah Dokumentasikan Sejarah Pahlawan Martha Christina Tijahahu

Ambon-Anggota DPD RI Maluku Novita Anakotta, meminta Pemerintah Provinsi Maluku membentuk tim khusu,s untuk mendokumentasikan sejarah Pahlawan Nasional Martha Christina Tijahahu. Permintaan ini senada dengan yang diinginkan oleh tokoh adat dan tokoh masyarakat Abubu, Nusalaut.

Menurut Anakotta, selama ini pengetahuan tentang Pahlawan Nasional Martha Christina Tijahahu sangat terbatas, hanya seputar daerah asal, tempat lahir serta sedikit saja tentang perjuangan perempuan dengan julukan Kabaressi itu.

Sementara sosok besar “Ina Ata” tidak banyak terungkap, baik melalui tulisan sejarah yang dibukukan maupun berbagai literatur sejarah, seperti apakah Martha Christina Tijahahu pernah mengejam bangku pendidikan pada saat itu.

Anankotta berpendapat,penelusuran dan penggalian sejarah tentang  tokoh perempuan yang mengharumkan nama Maluku lewat perjuangan melawan penjajahan dan wafat pada 2 Januari 1818 penting dilakukan agar menjadi inspirasi generasi muda saat ini dan yang akan datang.

Martha Christina Tijahahu, lahir tahun 1800, di desa Abubu Pulau Nusalaut, Kabupaten Maluku Tengah. Martha kecil terkenal berkemauan keras dan pemberani. Ia selalu mengikuti ayahnya, Paulus Tiahahu, termasuk ikut menghadiri rapat perencanaan perang.

Paulus Tiahahu merupakan salah seorang pemimpin perjuangan rakyat Maluku melawan Belanda. Setelah dewasa, Martha Christina Tiahahu pun ikut bertempur.

Martha Christina Tijahahu dan ayahnya bersama Thomas Matulessy alias Kapitan Pattimura berhasil menggempur pasukan Belanda yang bercokol di Pulau Saparua, Kabupaten Maluku Tengah. Namun, dalam pertempuran sengit di Desa Ouw-Ullath, sebelah Tenggara Pulau Saparua, para pejuang Maluku kalah akibat kekuatan yang tidak seimbang. Banyak pejuang yang tertangkap, termasuk Paulus Tiahahu yang dihukum mati.

Meski demikian, Martha Christina Tiahahu terus bergerilya bersama para pejuang hingga akhirnya tertangkap dan diasingkan ke Pulau Jawa. Menjadi tawanan tidak membuatnya melunak terhadap Belanda. Ia tetap bersikap keras dengan melakukan aksi mogok makan dan jatuh sakit. Martha Christina meninggal dunia di atas kapal perang Eversten milik Belanda dalam perjalanan ke tempat pengasingan di Jawa. Jasad beliau dimakamkan di Laut Banda dengan penghormatan militer pada 2 Januari 1818.DMS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *