Jelang Lebaran, Pinjaman Online Jadi Alternatif Menunggu THR

5
19
Sumber foto : Inet detik

Berita Ekonomi, Jakarta-  Tren terbaru masyarakat di era berkembangnya teknologi dan pembelian berbasis online rupanya banyak dilirik bukan hanya untuk kebutuhan hari-hari biasa namun meningkat pada saat menjelang lebaran.

Salah satu aktivitas pinjaman online yang berbasis peer to peer (P2P lending) marak jelang lebaran 2019. Peningkatannya diperkirakan mencapai 20 persen dalam bulan ini, untuk kebutuhan pinjaman baik dialihkan untuk keperluan konsumtif atau produktif, demikian penuturan Ketua Harian Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) Kuseryansyah.

Dari sisi konsumsi, masyarakat disinyalir menggunakan pinjaman jangka pendek untuk menalangi pembelian berbagai kebutuhan yang disegerakan. Terlebih masyarakat akan menerima Tunjangan Hari Raya (THR).

Misalnya, jika membeli tiket mudik pada saat THR turun, harga tiket bisa semakin mahal atau malah habis. Untuk itu, masyarakat bisa menggunakan dan pinjaman tunai melalui fintech dengan jangka waktu pelunasan pada saat gaji turun maupun THR cair.

Selain itu, dana pinjaman juga dapat dimanfaatkan untuk membeli kebutuhan lebaran dengan lebih nyaman. Melalui fintech, pelaku usaha bisa mendapatkan pinjaman modal dalam waktu singkat yang sulit dilakukan oleh bank.

Terkait bunga pinjaman, penentuan bunga di bulan puasa masih seperti biasa. Kus menilai masyarakat tidak perlu khawatir akan terlilit utang dengan bunga selangit. Sebab, bunga pinjaman dibatasi maksimal 0,8 per hari dengan batas maksimal bunga dan biaya lainnya tidak lebih dari 100 persen dari nilai pinjaman.

Apa sanksi tidak bayar pinjaman online ?

Pertama, perusahaan pinjaman online akan melakukan tindakan penagihan. Tindakan penagihan mulai dari yang sifatnya reminder sampai dengan intensif agar nasabah membayar kewajibannya.

Kedua, melaporkan nasabah ke biro kredit yang diwajibkan oleh OJK kepada setiap perusahaan Fintech. Pelaporan ini bertujuan memastikan bahwa nasabah yang tidak bayar tidak dapat mengajukan pinjaman kembali.

Jadi, jika memang ingin mengajukan kredit di perusahaan fintech online, pastikan punya kemampuan mengembalikkan pinjaman, Jangan karena tergiur oleh proses yang mudah dan cepat, nasabah tidak memperhitungkan kemampuan mengembalikkan pinjaman, yang akhirnya berujung pada proses penagihan yang tidak menyenangkan.

Sama seperti bisnis lainnya, momentum ramadan dan lebaran bisa menjadi peluang fintech untuk memberikan program promosi.

Namun, promo fintech P2P lending tidak seheboh promo fintech digital e-commerce yang memberikan beragam diskon maupun cashback. DMS/CNNIndonesia

5 KOMENTAR

  1. bener banget, kalo mau pinjem uang pastiin kita juga sanggup bayar cicilan.. biar ga kebingungan..
    saya juga mau ajuin pinjaman buat nyari tambahan biaya Lebaran. hehehe. mau coba ajuin ke digibank KTA Instan, gampang dan cepet kata temen saya, 60 detik udah beres

  2. Kyknya bukan cuma mau lebaran aja, musim hari raya lain atau tanggal tua biasanya juga pinjaman online diserbu… Tapi kalo KTA kyknya engga kenal musim ya, Apalagi KTA instan digibank dari DBS yang udah terpercaya dan juga gampang, 60 detik usah selesai prosesnya..

  3. Iya betul tuh kalo sampe telat bayar apalagi nunggak berbulan bulan, nama kita bisa jadi jelek dan sulit buat ngajuin pinjaman berikutnya.

    Udah ada yang pernah coba digibank KTA Instan dari DBS? Limitnya katanya sampe 30 jt-an ya?

  4. Meski kepepet tetep engga boleh sembarangan pilih jasa pinjaman online ya… Mungkin bisa dicoba Digibank KTA Instan, prosesnya engga ribet..

  5. Sekarang banyak fintech ilegal, pilih fintech yang udah terdaftar di OJK aja. Digibank KTA Instan dari DBS bisa dicoba tuh..

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here