Erik Meijer Kembali ke Telkomsel

JAKARTA – PT Telekomunikasi Seluler (Telkomsel) punya waktu 30 hari untuk merancang susunan direksi baru setelah Alex Janangkih Sinaga terpilih menjadi Direktur perusahaan induknya, PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM), kemarin. Nama Erik Meijer disebut-sebut akan kembali ke industri telkom.

Sampai 30 hari ke depan, sesuai aturan, Alex memang masih menjabat sebagai Direktur Utama. Namun selama itu pula, kata dia, dirinya akan mulai membahas susunan direksi baru. Sebab Telkomsel sebagai salah satu mesin pertumbuhan dan pendapatan TLKM harus segera bekerja bersama untuk meraih target masing-masing yang pada ujungnya menjadi kinerja bersama grup Telkom.

Sementara dipimpin saya. Sebelum 30 hari tentunya kita akan ambil keputusan untuk tunjuk pemimpin baru di Telkomsel,” kata Alex usai RUPSLB TLKM di Jakarta, kemarin.

Nama Erik Meijer disebut-sebut akan kembali ke industri telekomunikasi pasca menyelesaikan tugasnya sebagai Direktur PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA). Jabatan Erik selesai di maskapai milik BUMN itu bersamaan dengan mundurnya Emirsyah Satar dari jabatan Direktur Utama Garuda. Namun hingga berita ini ditulis, Erik belum bisa dikonfirmasi.

Alex enggan berkomentar saat ditanyakan tentang kabar tersebut. “Saya belum bisa komentar tapi yang pasti kita akan pilih yang terbaik untuk Telkomsel,” kelitnya.

Sebelum ke industri penerbangan, Erik memang besar di industri telko. Dia pernah di Telkomsel sebelum akhirnya hijrah ke Bakrie Telecom lalu pindah lagi ke Indosat. Setelah itu, suami dari aktris Maudy Koesnaedi itu masuk jajaran direksi Garuda.

Telkomsel sendiri sedang gencar untuk terus meningkatkan kemampuan dan penetrasi di teknologi generasi ke empat 4G Long Term Evolution (LTE) pada 8 Desember 2014. “LTE itu bukan sekadar kita bangun “pipa” yang lebih besar tapi bisa dikembangkan untuk hal-hal lebih produktif,” kata Alex.

Teknologi ini akan beroperasi di jaringan 900 mhz dan 1800 Mhz. Telkomsel sudah menguji beberapa handset (ponsel) yang bisa digunakan di teknologi itu. “Ada 60 jenis handset yang bisa. Harganya beragam. Ada yang lebih dari Rp 10 juta sampai kurang dari Rp 2 juta. Yang penting memang ketersediaan handset juga. Dan kita upayakan ada handset yang di harga Rp 1 juta,” paparnya.

Sebab ada tiga DNA industri telko yang harus tersedia agar bisa tumbuh. DNA dimaksud Alex terdiri atas Device (handset), Network (jaringan), dan Application (Aplikasi). “Kita coba maksimalkan juga di aplikasi. Kita harus maksimalkan pipa-pipa yang sudah ada itu mengisinya dengan aplikasi,” imbuhnya.(gen)JPNN

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *