Fasilitas Sekolah SDN 74 dan SD Inpres 17 Desa Soya Dirusak OTK

Ambon-Sejumlah fasiliats sekolah pada SD Negeri 74 dan SD Inpres 17 Kayu Putih, Desa Soya kembali dirusak sekolompok orang tidak dikenal (OTK).

Kepala sekolah SD Negeri 74 Kayu Putih, Hiaries Patty menjelaskan, aksi pengrusakan tersebut diduga terjadi pada Kamis malam sekitar pukul 22.30 dan baru diketahuinya pada Jumat pagi.

Aksi pengrusakan ini, bukan yang pertama kalinya. Aksi yang sama juga pernah terjadi beberapa waktu sebelumnya. Saat itu, sejumlah meja, kursi termasuk pintu dan jendela sekolah juga ikut dirusak oleh OTK.

Dijelaskannya, sebelum kejadian pada Kamis malam, sekitar pukul 22.00 WIT, dirinya bersama dengan beberapa guru yang baru saja mengadakan rapat di sekolah, berpapasan dengan sekelompok pemuda yang sementara menenggak minuman keras, di lokasi yang letaknya tidak jauh dari  sekolah. Ada dugaan kuat, aksi pengrusakan dilakukan oleh kelompok pemuda tersebut.

Pasca kejadian itu, pihak sekolah telah melaporkan ke perangkat aparat desa setempat termasuk ke pihak kepolisian.

Selaku kepala sekolah, ia sangat menyesalkan sikap kepolisian yang dinilai lamban menangani kasus ini. Pada kejadian sebelumnya, pihak sekolah juga pernah membuat  laporan langsung, namun tidak kunjung ditindaklanjuti, hingga kejadian tersebut kembali terulang.

Hal yang sama juga dituturkan oleh kepala sekolah SD Inpres 17, Olla Nureroan, yang lokasi sekolahnya juga berada pada kompleks yang sama dengan SD Negeri 74.

Dijelaskannya, kejadian ini bukan yang pertama kalinya. Sebelumnya juga pernah terjadi aksi pengrusakan terhadap sejumlah fasilitas sekolah seperti meja dan kursi serta lampu-lampu penerangan milik sekolah juga ikut dicuri.

Sementara itu raja Negeri Soya Jhon L Rehatta,  mengakui  telah menerima laporan terkait aksi pengrusakan tersebut. Dirinya menduga minuman keras adalah salah satu faktor pemicunya.

Selaku raja Negeri Soya, ia menyesalkan kejadian tersebut, mengingat yang dirusak adalah fasilitas pendidikan. Karena itu pihak kepolisian diminta mengungkap aksi pengrusakan dan para pelaku diproses hukum secepatnya.

Siapapun orang-orangnya harus diberi sanksi hukum, agar kejadian tersebut tidak terulang kembali dikemudian hari.DMS

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *