Gandeng BNN dan BPOM, Polda Maluku Akan Sosialisasi Bahaya PCC

Ambon- Kepolisian Daerah Maluku bersama Badan Narkotika Nasional provinsi dan Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Ambon berencana menggelar sosialisasi bahaya penggunaan obat Paracetamol, Cafein, dan Carisoprodol (PCC) kepada masyarakat.

Kabid Humas Polda Maluku, Richard Tatuh mengatakan, sosialisasi ini sangat penting untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat, terutama anak remaja hingga generasi muda untuk tidak mudah terjerumus dalam penggunaan obat-obat terlarang seperti narkoba atau pun PCC.

Menurutnya, peredaran obat berbahaya seperti ini sudah cukup marak di berbagai daerah dan menelan korban overdosis hingga tewas seperti yang terjadi di Kendari.

Bahkan aparat kepolisian berhasil menggagalkan pengiriman obat PCC dari Makassar (Sulsel) ke Kota Ambon pekan lalu dan berhasil meringkus pelakunya.

Menurut Tatuh, kegiatan sosialisasi ini akan dilakukan melalui penyuluhan kepada masyarakat dengan melalui media seperti radio, televisi, maupun media cetak agar para remaja bisa mengetahui jenis obat PCC atau pun narkoba lainnya yang dikemas dalam berbagai bentuk.

Ia menjelaskan, banyak modus yang dipakai para pelaku kejahatan dalam menjerumuskan masyarakat untuk menggunakan narkotika dan obat-obat terlarang sehingga patut diwaspadai.

Selain melakukan sosialisasi, Polda Maluku bersama BNN dan Dinas Kesehatan, serta BPOM Ambon juga akan mendatangi seluruh apotek dan toko-toko obat yang ada untuk merazia obat-obat terlarang, khususnya jenis PCC.

Sebelumnya, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Maluku dr. Meylke Pontoh mengatakan pihaknya bersama BPOM dan aparat kepolisian akan mendatangi seluruh apotek dan toko-toko penjual obat yanag ada di Kota Ambon dan sekitarnya guna mencegah masuk dan beredarnya PCC di wilayah ini.

Pontoh menyatakan, PCC merupakan obat yang telah dilarang beredar sejak tahun 2013, khususnya untuk jenis obat carisoprodol dan telah ditarik dari peredarannya.

Jika ada pihak tertentu yang sengaja mengedarkan obat berarti ada oknum tertentu yang sengaja memproduksi obat tersebut dan tentunya mereka akan berurusan dengan aparat penegak hukum. (DMS-Antara)

BPOM Belum Temukan Peredaran Obat PCC di Ambon

Antisipasi Masuknya PCC, Dinkes Ambon Koordinasi Dengan BPOM

Sukseskan Tour de Mollvcas 2017, Polda Maluku Lakukan Simulasi Pengamanan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *