Berita Maluku Tengah, Tehoru – Pemerintah negeri Tehoru memastikan dalam waktu dekat akan tertibkan seluruh pedagang untuk segera menempati lokasi pasar Tehoru melakukan rutinitas berjualan.
Raja negeri Tehoru Hud Silawane yang juga selaku pengelola pasar Tehoru saat memberikan keterangan kepada tim DMS Media Group menuturkan pihak pemerintah desa akan mendata seluruh pedagang termasuk yang berjualan di pinggiran jalan untuk dapat segera menempati lokasi pasar.
Para pedagang baru maupun yang masih berjualan di pinggiran jalan, kata Silawane, akan diminta untuk tidak lagi berjualan di pinggiran jalan dan dapat segera menempati lokasi pasar untuk menjalani rutinitas berjualan.
Langkah penertiban ini dilakukan kata Silawane, agar pasar yang telah dibangun dengan anggaran miliaran rupiah tersebut harus dapat difungsikan oleh masyarakat terutama pedagang melakukan rutinitas berjualan, mengingat pasar Tehoru ini menjadi salah satu lokasi pusat kegiatan perekonomian masyarakat di kecamatan Tehoru.
Tim dari pemerintah negeri Tehoru, telah melakukan pendataan sebagian besar pedagang yang akan masuk dan melakukan rutinitas berjualan dalam lokasi pasar, diharapkan dalam waktu dekat ini dengan melibatkan berbagai stakeholder yang ada seluruh pedagang dapat diarahkan untuk masuk dan berjualan dalam lokasi pasar.
Sementara itu Bang Juma salah satu pedagang dalam penuturannya mengatakan kebanyakan para pedagang hanya berjualan pada lokasi pasar saat momen menjelang lebaran, selanjutnya mereka akan kembali berjualan di pinggiran jalan sehingga pasar menjadi sepi.
Dirinya berharap ada ketegasan dari pemerintah desa, sekaligus beberapa fasilitas penunjang yang telah mengalami kerusakan di antaranya lampu penerang dalam lokasi pasar dapat segera diperbaiki oleh pemerintah desa selaku pengelola pasar sehingga para pedagang dapat berjualan dengan nyaman.
Seperti diketahui, Pembangunan pasar Tehoru yang telah menghabiskan anggaran sebesar Rp3.468.450.000 (Tiga Miliar Empat Ratus Enam Puluh Delapan Juta, Empat Ratus Lima Puluh Ribu Rupiah), dari APBD Maluku Tengah pada tahun 2017 silam.
Panataun tim DMS Media Group, Setelah diselesaikan pembangunannya, pasar terbesar yang ada di kecamatan Tehoru belum difungsikan secara maksimal oleh pemerintah setempat, Hal ini terlihat dari kondisi pasar yang sepi dari rutinitas pedagang serta banyak ruang pasar yang telah rusak.DMS