Berita Maluku, Ambon – Gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,1 mengguncang Pulau Seram, Kabupaten Maluku Tengah pada, Rabu siang (16/06/2021) pukul 14.00.28 WIT, memicu terjadinya tsunami kecil di sekitar wilayah pesisir pantai di Kecamatan Tehoru dan sekitarnya.
Hasil analisis BMKG menunjukkan, gempa bumi ini memiliki parameter dengan magnitudo 6.1, berpusat di titik koordinat 3,39 LS dan 129,56 BT. Tepatnya lokasi gempa terletak 67 kilometer arah Tenggara, Maluku Tengah. Gempa ini memiliki kedalaman 10 kilometer.
Kepala BMKG Ambon, Herlambang Huda, yang dikonfirmasi DMS Media Group mengakui, selain menimbulkan tsunami kecil, kekuatan gempa juga menimbulkan patahan talud penahan ombak di Tehoru, listrik padam akibat Black Out, dan rusaknya rumah warga.
“terjadi tsunami, patahan penahan ombak, listrik padam, informasi beberapa rumah warga juga ada yang rusak, kami sudah mintakan warga agar menjauh pesisir ke tempat yang lebih aman” kata Herlambang.
Melihat besarnya guncangan, warga sekitar pesisir diminta, menjauh dan menghindari kawasan pesisir pantai ke tempat yang lebih aman untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.
“Sampai siang ini, terjadi sembilan kali gempa susulan, di wilayah sekitar Kecamatan Tehoru, namun dengan skala kecil, dikisaran 2 hingga 3 SR”ungkap Herlambang.
Ditanya soal dampak dari kerusakan akibat gempa, Herlambang mengatakan, sedang dilakukan pendataan oleh tim kaji cepat BPBD Kabupaten Maluku Tengah,. Berdasarkan data sementara ada beberapa rumah warga yang rusak akibat gempa tersebut.
Masyarakat diimbau menghindari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa. Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal anda cukup tahan gempa, ataupun tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yg membahayakan kestabilan bangunan sebelum kembali ke dalam rumah.
Mato, salah satu warga kota Masohi yang dikonfirmasi DMS Media Group mengaku, merasakan getaran gempa bumi, namun kondisi tersebut tidak berlangsung lama. Masyarakat di kota Masohi kata Mato tetap menjalankan aktifitas seperti biasanya.
Sementara itu Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus memonitor situasi terkini pasca gempa Magnitudo (M) 6,1 yang terjadi di Kepulauan Maluku. BNPB memonitor laporan sementara kejadian gempa dari beberapa wilayah, seperti Kabupaten Maluku Tengah, Seram Bagian Timur, Seram Bagian Barat dan Kota Ambon.
Dilaporkan di Desa Yaputi, Kabupaten Maluku Tengah telah terjadi kerusakan pada dinding penahan tanah (talud) pantai, dan air laut sempat terlihat surut. Sementara di Desa Saunolu terdapat kerusakan pada permukiman masyarakat dan di Desa Mahu terdapat patahan.
Hingga berita ini dirilis belum ada laporan korban jiwa akibat gempabumi tersebut, namun masyarakat telah melakukan evakuasi mandiri dengan mengungsi ke lokasi yang lebih tinggi.
Masyarakat selalu diimbau untuk tetap waspada dan siap siaga dalam menghadapi bahaya gempa bumi maupun potensi tsunami, tetap pantau informasi yang dapat dipercaya dan tidak mudah percaya dengan informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.(DMS)