Sawai, Maluku Tengah (DMS) – Pertikaian antarwarga di wilayah Seram Utara, Kabupaten Maluku Tengah, pada Kamis (3/4/), menyebabkan satu anggota Polri gugur, puluhan rumah terbakar, serta ratusan warga mengungsi.
Bentrokan melibatkan warga dari Desa Sawai, Rumaholat, dan Masihulan. Dalam insiden tersebut, Aipda (Anumerta) Husni Abdullah, Kanit Intelkam Polsek Wahai, gugur saat berusaha meredam aksi kekerasan di tengah bentrokan.
Sebanyak 69 rumah warga di Desa Masihulan dilaporkan hangus terbakar. Selain itu, 88 kepala keluarga terpaksa mengungsi ke Gedung Gereja Hapare Holoi. Sejumlah kebun milik warga juga dilaporkan rusak akibat aksi massa.
Situasi kini mulai kondusif setelah ratusan personel gabungan TNI-Polri diterjunkan ke lokasi. Penjagaan ketat dilakukan di perbatasan desa untuk mencegah bentrokan lanjutan.
Menanggapi peristiwa ini, Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa bersama Kapolda Maluku Irjen Pol Eddy Sumitro Tambunan dan Pangdam XV/Pattimura Mayjen TNI Putranto Gatot Sri Handoyo langsung mengunjungi lokasi guna menenangkan warga serta memastikan keamanan di lapangan.
Dalam kunjungannya tersebut Gubernur Hendrik berama rombongan melihat kondisi tiga desa yang terdampak bentrokan antarwarga.
Para pemimpin daerah menyayangkan insiden ini dan menyerukan hentikan pertikaian antarsesama saudara karena dampaknya selain jatuh korban juga menimbulkan kerugian materi.
Dalam pertemuan bersama warga Masihulan di Gereja Hapare Holoi, maupun warga Desa Sawai Gubernur dan jajaran TNI-Polri mengimbau masyarakat menghentikan pertikaian dan mengedepankan dialog sebagai solusi damai.
Dari Desa Masihulan, Gubernur beserta rombongan menuju Desa Sawai, di desa ini gubernur didampingi Pangdam, Kapolda dan Bupati Maluku Tengah melakukan pertemuan dengan masyarakat Sawai.
Selain itu, Gubernur juga melakukan pertemuan dengan masyarakat Desa Rumah Olat.
Gubernur menegaskan bahwa penanganan dampak bentrokan, baik rumah yang terbakar maupun korban luka-luka, menjadi tanggung jawab pemerintah provinsi dan kabupaten. Ia juga menekankan pentingnya memulihkan luka sosial yang timbul akibat konflik.
Menurut membangun kembali hubungan persaudaraan yang terkoyak jauh lebih penting daripada membangun infrastruktur.
Ia juga meminta warga jangan mudah terprovokasi oleh pihak-pihak yang ingin memperkeruh suasana.
Mereka menekankan bahwa kondisi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) merupakan indikator kemajuan daerah. Ketidakstabilan justru dapat menghambat investasi dan memperlambat pembangunan.
Sementara itu berbagai bantuan baik dari pemerintah maupun piahk lainya terus berdatangan ke warga terdampak.
Wakil Bupati Maluku Tengah Mario Lawalata mengoordinasikan distribusi bantuan melalui Pemda melalui BPBD dan Dinas Sosial berupa beras, makanan balita, tikar, perlengkapan tidur, dapur umum, tenda, dan terpal.
Bantuan tersebut tiba di lokasi pada Kamis malam pukul 01.00 WIT dan langsung disalurkan kepada pengungsi. BPBD bersama Dinas Sosial telah mendirikan tenda darurat untuk menampung warga.
Dukungan kemanusiaan juga datang dari berbagai pihak, seperti Klasis Masohi, anggota DPRD Malteng Hassan Alkatiri, serta masyarakat umum.DMS