Gubernur Maluku Berencana Buat Perda Miras

Ambon-Gubernur Maluku Said Assagaff, berencana akan membuat Peraturan Daerah (Perda)  mengenai Minuman Keras (Miras). Perda ini dipandang perlu karena sering terjadi perkelahian dimasyarakat yang disebabkan karena miras.

Menurut Gubernur Assagaff,  perda ini perlu dibuat, sehingga dapat mengontrol sekaligus mengatur peredaraan miras di masyarakat dengan baik.

Gubernur menilai penyebab masalah kriminalitas atau masalah lainnya di Maluku  akibat pengaruh miras. Oleh karena itu pembuatan Perda dimaksud, untuk mengatur peredaran miras .

Assagaff mengakui, jika miras tradisional jenis sopi yang dijual masyarakat memang manfaatnya sangat positif bagi pemiliknya, karena mampu menyekolahkan anak hingga ke perguruan tinggi, sayangnya seringkali miras ini sering disalahagunakan oleh mereka yang menkonsumsi terutama kalangan kawula muda.

Assagaff mencontohkan, beberapa kasus perkelahian yang terjadi belakangan baik antar kelompok pemuda maupun antarkelompok masyarakat pemicunya adalah akibat konsumi miras, termasuk kasus kriminal lainya.

Pengaruh miras juga menyebabkan tingginya angka kecelakaan lalulintas kata Assagaff

Seperti diketahui Zat Etanol atau Etil-Alkohol (C2H5-OH) merupakan komponen organik utama yang terkandung dalam berbagai minuman beralkohol, berwujud cairan bening, tidak berwarna, berbau tajam yang khas, dan mudah menguap.

Minuman keras atau miras adalah bagian dari NAPZA (Narkotika, Alkohol, Psikotropika, dan Zat Adiktif lainnya) yang sering menimbulkan permasalahan di masyarakat maupun gangguan kesehatan.

Umumnya miras dibedakan menjadi tiga, yaitu golongan A yang berkadar alkohol 1-5% seperti Bir, golongan B yang berkadar alkohol 5-20%, seperti  Wine, dan  golongan C yang berkadar alkohol 20-45% yakni Arak, Whiskey atau Vodka.

Miras dapat menimbulkan Ganggguan Mental Organik (GMO) jika dikonsumsi secara berlebihan.Yang dimaksut GMO adalah gangguan dalam fungsi berpikir, merasakan, dan berprilaku yang disebabkan reaksi langsung alkohol pada sel-sel saraf pusat.

Beberapa perubahan perilaku seperti ingin berkelahi, tidak mampu menilai realitas, dan terganggu fungsi sosialnya sering terjadi apabila seseorang sudah pada taraf kecanduan.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *