Gubernur Maluku pimpin upacara hari Ibu

AMBON-Gubernur Maluku, Said Assagaff, senin pagi di halaman belakang kantor gubernur Maluku, memimpin upacara peringatan Hari Ibu tahun 2014.

Dalam sambutannya Assagaff mengatakan, Hari Ibu Indonesia lahir dari pergerakan Bangsa Indonesia. Dalam pergerakan kebangsaan kemerdekaan, peran perempuan Indonesia sungguh mengesankan. Ekspresinya antara lain terlihat dalam Kongres Perempuan Pertama 22 Desember 1928 di Yogyakarta sebagai tekad bersama mendorong pembentukan Indonesia merdeka. Setiap diselenggarakan Hari Ibu Indonesia dapat dimaksudkan dan/atau diarahkan untuk selalu membangkitkan semangat perjuangan tentang keluhuran dan keagungan peran perempuan sebagai ibu dan keibuan yang protektif terhadap kehidupan.

Sebagai aspirasi atas gerakan yang bersejarah itu, perayaan Hari Ibu ditetapkan setiap tanggal 22 Desember. Dengan adanya peringatan hari ibu terbukti adanya perhatian pengakuan akan pentingnya eksistensi perempuan dalam berbagai sektor kehidupan. Peringatan hari ibu ini juga membawa pengaruh positif bagi perempuan dan masyarakat yang terdorong untuk selalu menghargai hak-haknya sebagai perempuan. Hal ini membuktikan bahwa perempuan apabila diberi peluang dan kesempatan mampu meningkatkan kualitas hidupnya secara mandiri. Perempuan dalam berbagai dimensi kehidupan berbangsa dan bernegara juga mampu menjadi motor penggerak dan motor perubahan (agent of change).

Perempuan Indonesia masa kini adalah perempuan yang sadar dan memahami memiliki hak dan kewajiban yang sama dengan laki-laki. Undang-Undang Dasar Negara Tahun 1945, menjamin bahwa setiap warga Negara Indonesia termasuk perempuan memiliki hak dan kewajiban yang sama untuk berpartisipasi dalam setiap aspek kehidupan berbangsa dan bernegara yang demokratis. Sehubungan dengan hal tersebut peringatan Hari Ibu Tahun ini mengusung tema : “Kesetaraan Perempuan dan Laki-Laki Dalam Mewujudkan Pembangunan yang Berkelanjutan dan Berkeadilan Menuju Indonesia Berdaulat, Mandiri dan Berkepribadian”.

Tema ini kami bangun dengan melihat situasi dan kondisi Bangsa Indonesia Tahun 2014 bersiap-siap menuju Indonesia yang berkualitas, dapat meningkatkan peran dan partisipasi perempuan untuk ikut menemukan dalam mengambil keputusan. Adapun tema di atas kami tetapkan untuk meningkatkan pemberdayaan perempuan dan kesetaraan gender di setiap aspek pembangunan.

Berkaitan dengan peran perempuan dalam mewujudkan demokrasi yang berpartisipasi khususnya pada Tahun 2014 ini telah terlihat pada meningkatnya jumlah keterwakilan perempuan yang duduk dalam Kabinet Kerja. Dengan lebih banyaknya perempuan sebagai pengambil keputusan dalam kebijakan, diharapkan perwujudan hak-hak perempuan di Indonesia semakin dapat terpenuhi.

Untuk itu dengan terselenggaranya Peringatan Hari Ibu Ke-86 tahun 2014, saya mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang tinggi kepada 6 (enam) pimpinan organisasi perempuan yaitu Dharma Pertiwi, Kongres Wanita Indonesia (KOWANI), Dharma Wanita Persatuan Pusat, TP PKK Pusat, Bhayangkari, TP PKK DKI Jakarta dan mitra kerja lainnya yang selalu bersama-sama ikut menyelenggarakan Peringatan Hari Ibu.

Harapan saya, Peringatan Hari Ibu Ke-86 Tahun 2014 ini dapat mendorong terciptanya kesetaraan perempuan dan laki-laki pada setiap aspek kehidupan baik di dalam keluarga, masyarakat, maupun bangsa dan negara untuk mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan dan berkeadilan.DMS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *