Ambon, Maluku (DMS) – Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa, menyesalkan bentrokan antarwarga di Desa Sawai, Rumaolat, dan Masihulan, Kecamatan Seram Utara, Kabupaten Maluku Tengah, Kamis (03/04) dan menyerukan perdamian menyeluruh di ke-tiga desa bertikai.
Dalam pernyataan melalui rekaman video yang diterima DMS Media Group Kamis (3/4/), Gubernur menyerukan kepada masyarakat tetap tenang dan tidak terprovokasi oleh pihak-pihak yang berusaha memperkeruh situasi.
Dikatakan akibat bentrokan itu menyebabkan korban jiwa serta kerugian materi.
Ia juga meminta agar keamanan di wilayah tersebut diserahkan sepenuhnya kepada aparat TNI dan Polri untuk melaskanakan langkah pengamanan untuk memulihkan situasi di daerah itu.
Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya peran aktif pemerintah daerah, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh adat, dan pemuda dalam menjaga stabilitas serta memulihkan kondisi pascainsiden.
Gubernur juga berjanji akan terus berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Maluku Tengah untuk menangani para korban, baik yang mengalami luka-luka maupun yang meninggal dunia.
Situasi Berangsur Kondusif, Bupati dan Forkopimda Masih di Lokasi
Saat ini, situasi keamanan di Sawai dan Rumaolat telah dikendalikan oleh ratusan personel keamanan.
Bupati Maluku Tengah, Zulkarnain Awat Amir, Wakil Bupati Mario Lawalata, Kapolres Maluku Tengah AKBP Hardi Meladi Kadir, serta Dandim 1502/Masohi Letkol Czi. M. Yusuf Aksa turun langsung ke lokasi guna menenangkan masyarakat dan memastikan keamanan.
Aparat kepolisian mengimbau masyarakat untuk tidak menyebarkan informasi provokatif yang dapat memperkeruh suasana. Hingga kini, pasukan keamanan masih bersiaga guna mencegah potensi bentrokan susulan.
Bentrokan antara warga Desa Sawai dan Rumaolat mengakibatkan Bripka Husni Abdullah, Panit Opsnal Unit Intelkam Polsek Wahai, meninggal dunia.
Selain itu, sejumlah warga dari kedua kelompok bertikai mengalami luka-luka. Puluhan rumah juga dilaporkan hangus terbakar akibat insiden tersebut.
Hingga kini, penyebab bentrokan yang terjadi pada Kamis pagi sekitar pukul 10.00 WIT masih dalam penyelidikan pihak berwenang.DMS