Gubernur : Penambangan Emas Buru Tanpa Bahan Kimia

Ambon-Gubernur Maluku, Said Assagaff menyatakan, penambangan emas di kawasan Gunung Botak, Pulau Buru bisa dikelola dengan ketentuan tanpa menggunakan bahan kimia seperti merkuri dan sianida.

Gubernur mengatakan Kesepakatan tersebut saat pertemuan dengan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Siti Nurbaya, di Jakarta, Jumat(8/1).

Pertemuan tersebut dihadiri Bupati Ramly, Kadis ESDM Maluku, Martha Nanlohy, Kasdam XVI/Pattimura, Brigadir Jenderal TNI M. Bambang Taufik dan Dirreskrimsus Polda Maluku, Kombes Pol. Budi Wibowo.

Pengelolaannya dilakukan koperasi yang ditunjuk Bupati Ramly dengan melibatkan masyarakat adat sebagai pemilik lahan.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo saat berada lokasi penanaman perdana padi dan jagung di Buru pada 7 Mei 2015, setelah mendengar laporan Gubernur Said langsung menginstruksikan Pangdam XVI/ Pattimura dan Kapolda setempat menutup aktivitas penambangan emas ilegal di kawasan Gunung Botak karena lingkungan terancam tercemar limbah merkuri maupun sianida tanpa terkendali.

Presiden saat itu menginstruksikan Kapolda Maluku dan jajarannya segera mengambil langkah – langkah tegas untuk menutup lokasi tambang emas Gunung Botak yang telah dikelola selama lebih dari tiga tahun. Apalagi, lanjutnya, pengelolaannya tidak berizin dan masih berstatus ilegal sehingga segera ditertibkan. Pertambangan ilegal juga harus ditutup demi kelangsungan pertumbuhan lingkungan Kabupaten Buru yang baik dan sehat. (Antara)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *