Hari Yang Berat Bagi Rossi dan Vinales di Motegi

Motegi – Kedua rider tim pabrikan Yamaha, Maverick Vinales dan Valentino Rossi, menjalani hari berat di Motegi. Masing-masing mengalami masalahnya sendiri.

Rossi lebih dulu mengalami masalah dalam balapan MotoGP Jepang, Minggu (15/10/2017) kemarin. The Doctor jatuh dari motornya ketika mengejar Aleix Espargaro (Aprilia Racing Team Gresini).

Bagusnya, seperti penuturan Rossi usai balapan, insiden tersebut tidak membuatnya mengalami cedera. Positif, mengingat Rossi juga masih dalam proses pemulihan menyusul cedera patah kakinya.

“Amat beruntung kaki saya tak apa-apa. Sekujur tubuh saya sakit. Bagusnya tidak terlalu,” katanya saat itu.

Sementara nasib rider Movistar Yamaha lain, Vinales, relatif lebih baik setidaknya dalam urusan posisi finis. Ia mampu menyudahi balapan di posisi kesembilan, walaupun harus bergulat dengan daya cengkeram ban.

“Saya sudah mengusahakan segalanya, terutama di putaran pertama ketika saya masih merasa lebih oke. Saya sudah berusaha maksimal dan menggeber di awal, tapi sangat sulit,” kata Vinales seperti dilansir MotoGP.com.

“Sangat sulit mengendarai motornya dan beberapa kali saya nyaris jatuh sehingga saya pun bergumam, ‘Oke, jadi ini batasnya’. Kinerja bannya turun sekali, mulai ketika saya di belakang Aleix, tiba-tiba saya ketinggalan tiga detik,” tuturnya.

Untuk Vinales, hasil itu sendiri sebenarnya menjadi pukulan telak dalam menjaga persaingan memperebutkan gelar juara. Saat ini ia berada di posisi ketiga klasemen sementara, tertinggal 30 angka dari Andrea Dovizioso dan 41 poin dari Marc Marquez.

“Kejuaraan dunia tidak ada dalam benak saya saat ini. Agar saya bisa meraih titel ini perlu ada situasi yang berbeda,” ucap Vinales.

Setelah hari berat di Motegi, kedua rider Yamaha itu langsung punya kesempatan untuk bangkit di MotoGP Australia, Phillip Island, yang dilangsungkan akhir pekan ini. Vinales bertekad tak membuang peluang tersebut.

“Australia adalah sirkuit yang saya suka jadi kami akan ke sana dan berusaha maksimal. Sampai seluruh poin tak lagi tersisa, mustahil untuk tahu apa masih ada peluang untuk jadi juara,” katanya. (DMS-detikcom)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *