Isu Tsunami Turut Mempengaruhi Harga Ikan Di Pasar Mardika

Ambon-Beredarnya isu tsunami dan gempa tektonik  melanda Ambon 16-17 November 2018 kemarin, turut mempengaruhi pasokan ikan segar ke pasar Arumbai Mardika oleh para nelayan.

Berkurangnya pasokan ke pasar tersebut berdampak mahalnya harga ikan yang dijual para pedagang ikan.

Pantauan di pasar Mardika, Sabtu (18/11), para pedagang menawarkan ikan kembung jenis momar dan kawalinya ukuran besar dijual 8 ekor Rp20.000, sedangkan ukuran ikan sedang  dijual empat ekor Rp10.000.

Ikan karang seperti kerapu Rp50.000 per enam ekor, cumi jenis bulu Rp20.000 per 12 ekor, dan udang Rp50.000 per tumpuk kecil.

Ikan cakalang segar Rp.75 ribu per ekor sementara ukuran sedang antara Rp35.000 hingga Rp40.000 per ekor.

Ibu Impo, pedagang Ikan di pasar Arumbai Mardika mengakui, ikan yang pasok dari para nelayan berkurang sehingga berpengaruh terhadap harga jual.

Menurutnya Isu tsunami dan gempa membuat para nelayan enggan melaut dan  memilih mengungsi sementara ke tempat aman.

Utha, salah satu pedagang ikan juga mengakui, sejak beredar isu tsunami dan gempa pasokan ikan tiga hari belakangan berkurang, kalaupun ada juga tidak terlalu banyak.

Selama ini, lanjutnya, pedagang di pasar hanya mengharapkan pasokan ikan momar dan kawalinya maupun komu dari desa Latuhalat, kecamatan Nusaniwe, maupun nelayan dari desa Laha.

Selain itu, desa Tulehu, kecamatan Salahutu, Jasirah Leihitu pulau Ambon dan Kairatu Kabupaten Seram Bagian Barat juga memenuhi permintaan pasar.

Akibat mahalnya ikan jenis momar, kawalinya, cakalang dan taihu sebagian besar pembeli beralih membeli ikan puri yang dijual pertumpuk Rp.10.000  dan  cumi  yang dijual  Rp.20.000/12 ekor.DMS

Baca Juga:
Tak Berpotensi Tsunami, Pemkot Ambon Minta Masyakat Ambon Tidak Panik
Isu Gempa Tektonik dan Tsunami 16-17 November 2017 Sifatnya Hoax

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *