Jemaat GPM Amahusu Sosialisasi Tertib Berlalu Lintas

Ambon – Sedikitnya 100 orang warga GPM (Gereja Protestan Maluku) Jemaat Imanuel Amahusu mengikuti kegiatan sosialisasi tertib berlalu lintas yang dilaksanakan Ditlantas Polda Maluku, bertempat di gedung gereja tersebut, Minggu.

Kegiatan sosialisasi tertib berlalu lintas yang dibuka secara resmi oleh Ketua Majelis Jemaat Imanuel GPM Amahusu Wem Ayal itu menghadirkan nara sumber dari Dirlantas Polda Maluku AKP Ajum Komisaris Polisi Marteng Ubwarin bersama dua orang staf lainnya.

Wen Ayal dalam sambutannya mengatakan, kegiatan sosialisasi kali ini sangat penting sebab terkait dengan tertib berlalu lintas yang sudah tentu berkaitan langsung dengan hukum.

“Apalagi menjelang perayaan Natal Kristus 25 Desember 2017 yang di mulai dengan kegiatan-kegiatan ibadah adventus, karena itu diperlukan kesadaran berlalu lintas supaya tidak ada halangan yang berarti baik kelalaian terkait dengan kelengkapan kendaraan dan juga dari perilaku masyarakat,” ujarnya.

Dia mengatakan, bagaimanapun gereja harus bermisi damai sejahtera, supaya baik pribadi maupun keluarga semuanya bisa menikmati sukacita apalagi menjelang perayaan natal kristus.

“Sebab kecelakaan atau gangguan apapun yang berkaitan dengan masalah berlalu lintas itu akan berpengaruh baik kepada pribadi maupun keluarga, dan para pelayan umat pasti turut terganggu juga,” katanya.

Oleh sebab itu, lanjutnya, sosialisasi tertib lalu lintas ini penting diberikan kepada umat.

Wem Ayal juga menyampaikan terima kasih kepada seksi dan sub seksi hukum dan advokasi jemaat Amahusu yang sudah mempergunakan kesempatan dan manfaat lewat kegiatan sosialisasi seperti ini.

Diharapkan sosialisasi itu bisa terus berlanjut terutama untuk perbaikan sikap dan perilaku seseorang, sehingga hidup bersama di jemaat akan lebih baik lagi.

Narasumber AKP Marteng Ubwarin saat membawakan materi sosialisasi meminta agar semua warga jemaat GPM Imanuel Amahusu untuk taat berlalu lintas.

“Yang paling terpenting bagi seorang pengemudi baik itu kendaraan roda dua maupun roda empat dan seterusnya yakni berdoa sebelum meninggalkan rumah,” katanya.

Menurut dia, kecelakaan bisa terjadi akibat beberapa faktor, di antaranya faktor manusia, faktor jalan raya, faktor alam atau cuaca.

Faktor manusia itu bisa terjadi seperti melanggar rambu-rambu lalu lintas maupun marka-marka jalan, mabuk saat berkendara, dan karena lelah.(DMS-Antara)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *