Jemaat GPM Rehoboth Serahkan Bantuan Hewan Kurban Kepada Warga Waringin

Ambon – Jemaat GPM Rehoboth menyerahkan hewan kurban berupa dua ekor sapi kepada warga Waringin dan Tanah Lapang Kecil (Talake), kecamatan Nusaniwe kota Ambon.

Penyerahan hewan kurban diserahkan Ketua Majelis Pekerja Harian (MPH) Sinode GPM, Pdt. A.J.Werinussa kepada Panitia Hari-Hari Besar Islam (PHBI) Masjid Al-Istiqamah Waringin, di Ambon, Kamis.

Werinussa menyatakan, penyerahan tersebut merupakan tradisi yang harus terus berlanjut, sebagai tanda syukur antara umat beragama dan orang basudara (bersaudara) di kota Ambon.

Penyerahan hewan kurban ke komunitas muslim, merupakan bagian dari proses menjalankan pendidikan perdamaian dan bantuan keagamaan yang merupakan bagian dari interaksi intensif antarumat beragama di Maluku.

Menurut Werinussa, GPM melihat tindakan berkurban bukan hanya sebuah rutinitas kegiatan sosial semata. Namun, lebih dari itu adalah penghayatan terhadap nilai-nilai ritual yang mendalam.

Ia menjelaskan, kehidupan orang basudara di Ambon ke depan bukan hanya terjalin saat hari besar beragama, tetapi kegiatan yang melibatkan anak-anak sebagai generasi masa depan.

Werinussa meminta majelis jemaat Rehoboth kedepan harus memprogramkan kegiatan yang melibatkan anak-anak di kawasan Talake, Waringin dan jemaat Rehoboth, agar suasana akrab antar orang basudara tetap terjalin.

Sementara itu, ketua panitia Masjid Al-Istiqamah Waringin, Devi Bin Umar menyampaikan terima kasih atas kepedulian warga jemaat GPM Rehoboth yang telah berbagi kasih saat perayaan Idul Adha 1438 Hijriah.

Tema yang diusung dalam perayaan kurban pada 2017 adalah meraih kemuliaan Allah SAW dengan membangun pribadi yang bertaqwa, serta membangun dimensi sosial antara sesama masyarakat.

Tema ini menurut Devi, memberikan gambaran yang sangat pasti kepada masyarakat untuk hidup damai, rukun dan aman di kota Ambon.

Bersedekah Secara Tulus

Sementara itu, Ketua Majeis Jemaat GPM Rehoboth Pdt.J.M Souhoka menjelaskan, esensi dari kurban adalah memberikan sedekah atau bersedekah secara tulus, suka menolong serta menghindari ketamakan, karena materi adalah pemberian Allah yang wajib disyukuri.

Souhoka mengaku bersyukur karena penyerahan kurban telah berlangsung selama dua tahun, yang dimulai tahun 2016 dan berharap akan terus berlanjut. Rangkaian kegiatan persaudaraan ini tidak hanya difokuskan pada hari besar keagamaan, tetapi kegiatan kebersamaan berupa kerja bakti dua komunitas, serta perpaduan terompet, hadrat dan sawat untuk mengisi acara. (DMS-Antara)

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *