Karir 26 Tahun Kolonel Dedi hancur Karena Sabu

Jakarta – Kolonel Irman Jaya dipecat dan dihukum 1 tahun penjara karena kecanduan narkoba. Selain Kolonel Irman, ikut pula Kolonel Inf Dedi Aprias Sahri yang mengkonsumsi barang haram itu.

Sebagaimana dirangkum dari putusan Pengadilan Militer Tinggi II Jakarta, Jumat (15/9/2017), kasus bermula saat Kopka Bambang Gastono berkenalan dengan Agung pada 2013. Siapa Agung? Ia merupakan mantan terpidana LP Nusakambangan kasus narkoba yang dihukum 10 tahun penjara.

Dari perkenalan itu, Kopka Bambang lalu menjadi ‘agen’ narkoba Agung dengan pasar para anggota TNI. Kopka Bambang berdalih untuk mencari uang tambahan buat hidup sehari-hari.

Nah, pelanggan Kopka Bambang antara lain Kolonel Irman, Kolonel Dedi, Letkol Wahyu dan Mayor Arm Heri Hadi Pabandya. Satu paket sabu dijual Rp 1,6 juta dan transaksi dilakukan di daerah Pondok Indah. Para pelanggan Bambang umumnya membeli seminggu sekali kurun 2015-2016.

Kolonel Dedi sendiri kerap menggunakan sabu saat karaoke di Sun City. Kolonel Dedi mengaku dengan menghisap sabu, badannya menjadi terasa nyaman dan tidak mengantuk.

Jaringan ini mulai terungkap saat dilakukan tes urine pada 22 Februari 2016. Tes urine itu langsung di bawah pengawasan Wasspam Kasad Brigjen TNI Ilyah Alamsyah. Hasilnya urine Kolonel Dedi positif mengandung metamfetamina narkoba golongan I.

Atas perbuatannya, Kolonel Dedi lalu diadili di pengadilan militer.

“Memidana terdakwa dengan penjara selama 1 tahun dan dipecat dari dinas militer,” kata ketua majelis Kolonel Chk Weni Okianto dengan anggota Kolonel Sus Priyo Mustiko dan Kolonel Chk Hulwani.

Majelis hakim menilai Kolonel Dedi pengguna narkoba aktif dan lebih dari sekali memakainya sehingga menyalahi instruksi Panglima TNI. Sebagai perwira menengah (pamen), Kolonel Dedi seharusnya menjaga martabat dan citra kesatuan.

“Perbuatan terdakwa bertentangan dengan norma kehidupan prajurit sebagaimana dimuat dalam Sapta Marga Sumpah Prajurit dan Delapan Wajib TNI,” ujar majelis.

Alhasil, karier Kolonel Dedi yang dimulai sejak 1990 saat masuk Akmil Magelang, harus berakhir karena narkoba. Bagaimana dengan Kolonel Irman? Tim TNI malah mendapati sejumlah narkoba di ruang kerjanya di kantor Bais TNI, yaitu:

  1. Satu plastik berisikan amplop berisi ganja dengan berat bruto 3,55 gram.
  2. Tiga buah sedotan plastik pendek.
  3. Sebuah plastik bening kecil.
  4. Sebuah bungkus obat merek Cialis.
  5. Sebuah bungkus obat merek Happy Five.

 Setali tiga uang dengan Kolonel Dedi, Kolonel Irman pun dipecat dan dihukum 1 tahun penjara. Akhirnya, karier kedua kolonel itu hancur karena narkoba. (DMS-detikcom)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *