Kasus Penjambretan dan Perampokan di Ambon Berkurang Sepanjang 2017

Ambon-Meski belakangan ini kasus penjambretan dan perampokan marak terjadi dibeberapa wilayah di Kota Ambon, namun justru sepanjang tahun 2017, jumlah kasus penjambretan dan perampokan di Kota Ambon, baik yang dilakukan perseorangan maupun secara berkelompok tercatat hanya 12 kasus. Jumlah ini menurun bila dibandingkan dengan tahun 2016 lalu yang mencapai 22 kasus.

Hal ini disampaikan Direktur Sabhara Polda Maluku, Irwan Rahmaini  menyikapi maraknya aksi penjambretan yang belakangan terjadi dibeberapa wilayah di Ambon.

Dikatakannya satuan yang dipimpinannya dalam menjalankan tugas-tugas dilapangan, hanya membackup kerja Polres setempat, dengan melakukan patrol rutin pada lokasi-lokasi yang dianggap rawan terjadinya tindak kriminal.

Dari patroli rutin yang dilakukan oleh satuan Sabhara Polda Maluku sepanjang tahun 2017 ini, kasus yang paling banyak yang ditemui dilapangan adalah kasus perkelahian. Penyebabnya kebanyakan akibat konsumsi minuman keras, disusul kasus penjambretan. Sementara untuk kasus begal belum pernah ditemukan oleh pihaknya saat bertugas dilapangan.

Irwan menghimbau agar masyarakat juga tetap waspada dan berhati-hati saat berada ditempat-tempat yang dianggap rawan serta tidak menggunakan perhiasan berlebihan ketika bepergian keluar rumah. Biasanya mereka yang menggunakan perhiasan berlebihan, selalu menjadi target pelau tindak criminal.

Dikatakannya aksi-aksi kriminal yang biasanya terjadi selain karena adanya niat dari pelaku, adanya kesempatan juga bisa terjadi pada saat korban lengah.

Irwan menambahkan, Pihak Sabhara Polda Maluku rutin mengadakan patroli personil berseragam dilapangan, agar situasi Kamtibmas tetap terjaga dengan baik, sehingga masyarakat merasa aman.DMS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *