Kasus Pidana Ringan Terbanyak Disidangkan di PN Ambon

Ambon-Hingga pertengahan September 2017 jumlah kasus yang masuk ke Pengadilan Negeri (PN) Ambon untuk disidangkan baik perdata maupun pidana umum dan pidana khusus sebanyak 300 lebih kasus .

Dari 300 lebih kasus tersebut, kasus penganiayaan ringan yang masuk pasal 351 dan 170 KUH Pidana masih mendominasi kasus yang disidangkan di PN Ambon.

Humas PN Ambon, Hery Setyobudi mengatakan, jumlah perkara perdata dan pidana yang masuk PN Ambon masih stagnan setiap tahun diangka 400-an kasus.

Menurutnya, kasus penganiayaan dan pencurian dengan kekerasan yang mengakibatkan korban meninggal dunia hanya dua kasus. Ia mencontohkan kasus yang terjadi di Wayame, pelakunya dihukum 14 tahun penjara. Sementara kasus serupa di Kabupaten Maluku Tengah (Pulau Seram), pelakunya divonis penjara seumur hidup.

Setyobudi menyebutkan perkara pidana ringan sebenarnya  dapat diselesaikan secara kekeluargaan maupun melalui proses mediasi di kepolisian, tetapi kebanyakan keluarga korban penganiayaan tidak bersedia menempuh cara damai, sehingga berlanjut di meja persidangan.

Sementara itu, pengajuan gugatan perceraian hingga September masih menempati posisi teratas Dari 136 perkara perdata yang masuk,  50 hingga 70 persen adalah kasus gugatan cerai.Menurutnya, sebagian besar alasan gugatan perceraian adalah karena hadirnya orang ketiga.

Dia menambahkan, dari 300-an perkara yang sementara ditangani PN Ambon, tidak hanya kasus tindak pidana umum, tetapi juga kasus tindak pidana korupsi baik di Kota Ambon maupun dari beberapa kabupaten/kota lainnya di Provinsi Maluku.DMS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *