Kemenpupera Pastikan Konstruksi Jembatan Merah Putih Aman

Ambon-Komisi Keamanan Jembatan dan Terowongan Jalan (KKJTJ) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemenpupera) memastikan konstruksi Jembatan Merah Putih (JMP) yang melintasi Teluk Dalam Ambon aman.Demikian dikatakan kadis PUPR Maluku, Ismael Usemahu.

Pernyataan dari pejabat itu menanggapi gempa tektonik berkekuatan 5,2 Skala Richter (SR) pada 29 Desember 2015 yang menyebabkan struktur baja mengalami pergeseran lima centi meter(CM).

Dengan demikian, tidak ada keraguan dari Pemprov Maluku soal konstruksi JMP yang menjadi bakal ikon pembangunan daerah ini.

Ismael juga mengharapkan dengan rekomendasi KKJTJ tidak ada lagi pernyataan yang kurang bertanggung jawab dari berbagai pihak.

Dia juga mengemukakan soal penempatan ornamen di JMP yang telah diusulkan kepada pihak pelaksana harus menunjukkan identitas Maluku.

Sebelumnya, Satuan Kerja (Satker) JMP, Cristian Lesmono, mengakui, gempa tektonik berkekuatan 5,2 SR yang melanda Pulau Ambon pada 29 Desember 2015 menyebabkan struktur baja JMP mengalami pergeseran.

Paska gempa, pihaknya langsung melakukan pengukuran struktur jembatan yang akan menjadi ikon pembangunan di Maluku, dan didapati struktur baja pada bentangan tengah yang telah disiapkan untuk terkoneksi mengalami pergeseran.

Selain itu, kabel stayed yang digunakan untuk menyangga tiang utama bentangan tengah yang sebelumnya telah seimbang, mengalami pergeseran ke arah kanan. Akibatnya, kabel di sisi kanan menjadi tegang, sedangkan sisi kiri renggang.

Menteri PU dan Perumahan Rakyat Basoeki Hadimoeljono mengemukakan, JMP adalah salah satu proyek yang terindikasi mangkrak akibat lamanya waktu penyelesaiannya sejak peletakan batu pertama 19 Agustus 2011.

Panjang keseluruhan JMP yakni 1,06 kilometer ini akan menghubungkan desa Poka dan Galala yang dipisahkan oleh Teluk Ambon.

Jembatan ini terdiri dari jembatan pendekat arah Galala sepanjang 300 meter, pendekat arah Poka 320 meter dan bentang tengah 300 meter, tinggi pylon 89,5 meter, lebar 22,5 meter yang dibagi dua jalur.

Tujuan pembangunan JMP untuk mempercepat jarak tempuh ke pintu keluar Bandara Internasional Pattimura, serta kawasan Jazirah Leihitu, Pulau Ambon, Kabupaten Maluku Tengah, sehingga diharapkan bisa mengurangi tingkat kepadatan kendaraan.

Pembangunan JMP bertujuan untuk menunjang pengembangan fungsi kawasan di Teluk Ambon sesuai dengan Tata Ruang Kota Ambon di mana Poka-Rumahtiga sebagai kawasan pendidikan dan Durian Patah – Telaga Kodok sebagai kawasan pemukiman.

Selain itu, JMP juga menunjang sistem jaringan jalan yang telah ada, khususnya jazirah Leihitu serta mempersingkat jarak dan waktu tempuh kendaraan (mengurangi biaya operasi) menuju Bandar Udara Internasional Pattimura di Laha sebagai pintu keluar ke provinsi lainnya.(Antara)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *