Kemungkinan PDIP Bentuk Poros Baru Usung Kandidat Kepala Daerah 2018

Ambon-Sekretaris DPD Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Maluku, Lucky Watimury menyatakan, berbagai kemungkinan Koalisi untuk membentuk Poros Baru antara PDIP, Gerindra dan PPP bisa saja terjadi, untuk mengusung pasangan calon gubernur pada pemilihan kepala daerah 2018 mendatang, mengingat perolehan kursi ketiga partai ini di DPRD Maluku melebihi syarat pengajuan calon.

Partai PDI Perjuangan memiliki 7 kursi, Partai Gerindra 5 kursi  dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dengan satu kursi

Wattimury mengatakan, kemungkinan ketiga partai ini berkoalisi bisa ya bisa tidak, tergantung kepentingan partai, baik Gerindra PPP dan PDI Perjuangan, karena bukan semata-mata target kemenangan 2018 yang diperhitungkan, tetapi  Pilkada 2018 merupakan pintu masuk menuju pemilihan Legislative dan pemilihan Presiden Wakil Presiden 2019 yang akan datang.

Menurut Watimury, untuk Pilkada Maluku 2018 PDI Perjuangan sangat berhati-hati dan objektif mengeluarkan rekomendasi, hal ini sebagai bagian dari strategi meraih kemenangan 2018 setelah 2011 hingga 2017 P{DI Perjuangan selalu kalah telak di beberapa Pilkada.

Ditanya arah rekomendasi PD Perjuangan menurut Wattimury, hingga saat ini PDI Perjuangan belum merekomendasikan siapa pasangan calon yang akan bertarung pada Pilkada mendatang, karena baik Petahana Said Assagaff maupun Murad Ismail sama sama berproses di PDIP.

Seperti diketahui PDI Perjuangan menjadi penentu format pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Maluku 2018. Sang petahana Said Assagaaf yang berpasangan dengan Andre Rentanubun telah permanen karena diatas kertas dari syarat pencalonan telah lolos karena sudah  mengantongi lebih dari 9 kursi.

Calon Gubernur Murad Ismail, yang secara dukungan sudah melampaui 9 kursi, namun sayangnya hingga hari ini, Murad Ismail belum mengantongi calon pendamping secara permanen karena masih berharap rekomendasi PDIP.

Bakal calon Gubernur yang mengaku masih menunggu keputusan resmi Dewan Pengurus Pusat (DPP) PDIP adalah Said Assagaff. Petahana ini memang telah diputuskan oleh DPP Partai Golkar untuk berpasangan dengan Bupati Maluku Tenggara, Anderias Rentanubun dan sudah mendapat dukungan Partai Demokrat

Murad Ismail (MI) juga demikian. Meski telah memperoleh rekomendasi  dari Partai Nasional Demokrat (Nasdem), Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura), Partai Amanat Nasonal (PAN) dan Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) dengan total 11 kursi, bakal calon gubernur Maluku itu masih menunggu keputusan PDIP.DMS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *