Ketegasan DPRD Kota Ambon Dipertanyakan Soal Pemanggilan Pihak Pertamina

Ambon-Wakil Rakyat di DPRD Kota Ambon dinilai lambat dalam menyikapi persoalan yang timbul ditengah-tengah masyarakat.

Hendrik Lusikoi Salah satu praktisi hukum di kota Ambon, secara tegas meminta agar para wakil rakyat di DPRD kota Ambon, segera melakukan pemanggilan kepada pihak Pertamina untuk menanyakan lpembatasan penyaluran Premium di setiap SPBU dalam kota Ambon.

Menurut Lusikoi hal ini sangat perlu dilakukan oleh para wakil rakyat di DPRD, karena telah meresahkan masyarakat terutama para sopir angkutan umum, jika preium sengaja dibatasi penjualannya di setiap SPBU, maka secara otomatis para sopir harus membeli bahan bakar pertamax dan pertalitte, yang harganya jauh lebih tinggi di banding premium.

Jika hal tersebut terjadi maka secara otomatis para sopir akan menaikan tarif angkutan dikarenakan harga bahan bakar yang mereka gunakan juga mengalami kenaikan.

Seabagai praktisi hukum dan juga warga kota Ambon dirinya berharap ada sikap tegas para wakil rakyat untuk melihat persoalan ini dengan bijaksana dan ada tindaklanjut untuk segera diselesaiakan dengan pihak Pertamina.

Sebelumnya, Wakil ketua Komisi II DPRD Kota Ambon, Ahmad Ohorella mengatakan, dari kunjungan ke beberapa SPBU di kota Ambon, Komisi II DPRD kota Ambon menemukan terjadi pembatasan pasokan oleh pihak Pertamina ke SPUB, sesuai keterangan yang disampaikan oleh petugas SPBU.

Menurut Ohorella, petugas SPBU tidak mengetahu alasan dibatasinya pasokan premium ke SPBU. Saat ini SPBU hanya diberikan jatah 10 KL setiap harinya oleh Pertamina.

Menyikapi hal ini, maka dalam waktu Komisi II akan memanggil pihak Pertamina untuk dimintai keterangannya.

Namun hingga berita ini diterunkan pihak Pertamina belum juga dipanggil oleh DPRD kota Ambon untuk dimintai tanggapannya soal langkahnya Premium dalam kota Ambon.DMS

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *