Komisi A Desak Polda Maluku Ungkap Pelaku Penyebar Berita Hoax Soal Gempa

Ambon-Komisi A DPRD Maluku minta pihak kepolisian Polda Maluku melacak nomor-nomor yang digunakan oleh oknum tidak bertenggung jawab dalam menyebarkan berita Hoax soal gempa di Maluku.

Ketua komisi A DPRD Maluku Melkias Frans secara tegas mengatakan komisi A yang berupakan mitra kerja dari pihak kepolisian Polda Maluku, meminta  kepolisian untuk mengungkap para pelaku penyebar berita hoax yang akhir-akhir ini sengaja disebarkan baik lewat SMS maupun media Sosial Facebook dan WhatsApp.

Menurut Farns foto-foto yang sengaja di sebarkan di media sosial adanya berbagai kerusakan akibat gempa di beberapa gedung dan lokasi dalam kota Ambon adalah perbuatan yang menyesatkan dan membuat resah masyarakat.

Mengingat fakta yang terjadi dilapangan tidak sesuai dengan foto-foto yang dikirimkan ke media sosial, adanya gedung-gedung yang roboh, ruas jalan yang putus serta naiknya air laut di beberapa lokasi, untuk itu harus ada langkah tegas pihak kepolisian di daerah Maluku dalam hal ini Polda Maluku menangkap para pelaku penyebar berita hoax untuk diproses hukum.

Dirinya menghawatirkan adanya kelompok-kelompok tertentu yang sengaja menyebarkan berita-berita hoax, agar masyarakat meninggalkan rumah mereka dan para pelaku dengan leluasa melakukan aksi pada rumah-rumah warga.

Untuk itu dengan adanya penangkapan pelaku penyebar berita hoax, maka akan menimbulkan efek jerah bagi para pelaku yang lainnya untuk melakukan hal yang sama.

Seperti diketahui, Maluku dan kususnya kota Ambon beberapa kali diguncang gempa,yang terjadi secara beruntun, sehingga membuat warga panik, hal ini disebabkan informasi yang tersebar baik lewat SMS, maupun media sosial, hampir kebanayakn adalah berita-berita hoax yang sengaja di disebarkan oleh oknum tertentu untuk menciptakan rasa takut yang berlebihan  bagi warga.DMS

 

 

 

 

 

One Comment on “Komisi A Desak Polda Maluku Ungkap Pelaku Penyebar Berita Hoax Soal Gempa”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *