Komisi I Minta Penggunaan DAK Dinas Kesehatan Kota AmbonTepat Sasaran

Ambon-Komisi I DPRD Kota Ambon meminta Dinas Kesehatan Kota Ambon menggunakan anggaran Dana Alokasi Khusus (DAK) tepat sasaran, karena fakta dilapangan menunjukan, anggaran yang seharusnya diperuntukan bagi  rehabilitasi sejumlah infrastruktur kesehatan, malah digunakan untuk membangun infrastruktur baru.

Anggota Komisi I dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Rofik Afifudin mencontohkan anggaran rehabilitasi Puskesmas Negeri Passo dipakai untuk membangun.

Afifudin juga menyoroti lambanya pekerjaan pembangunan Puskesmas Waihaong yang menelan anggaran lebih dari dua milair rupiah. Saat ini pembangunan Puskesmas yang dikerjakan oleh kontraktor Beny Tandi Lili itu, masa kontrak perkajaan sesuai kalender akan berakhir, 9 desember besok nyatanya phisik bangunan baru rampung dibawah 60 persen.

Politisi Partai Ka’bah ini menyanyangkan tidak difungsikannya Puskemas Pembantu Desa Wayame yang dibiarkan terlantar tanpa ada aktifitas pelayanan kesehatan. Ia menyebutkan sejumlah fasilitas ruangan termasuk kamar mandi rusak serta tidak adanya saluran pembuangan.

Afifudin menyarankan, agar sebaiknya dana alokasi khusus dipakai sesuai peruntukan sehingga besaran  anggaran yang telah diperhitungkan benar-benar  sesuai item bangunan yang direhab.

Sejumlah proyek Dinas Kesehatan Kota Ambon yang dibiayai melalui APBD maupun Dana Alokaisi Khusus (DAK) tahun anggaran 2017 belum selesai dikerjakan, padahal batas waktu kontrak pekerjaan akan berakhir pertengahan desember 2017 mendatang.

Sebelumnya Ketua Komisi I DPRD Kota Ambon Zeth Pormes mengatakan, dalam kunjungan kerja di lapangan yang dilakukan oleh Komisi I, ditemukan sejumlah pekerjaan proyek pembangunan Dinas Kesehatan Kota Ambon bermasalah.

Pormes mencontohkan proyek rehabilitasi pembangunan Kantor Dinas Kesehatan Kota Ambon dengan nilai proyek 1, 7 miliar, masa kontraknya sudah berakhir  12 September lalu.

Komisi juga menemukan pekrjaan pembanguan Instalasi farmasi Kate-Kate dengan anggaran 1, miliar  yang seharusnya selesai 9 Desember, ternyata masih belum rampung. Demikian juga rehabilitasi Puskesmas Passo dinilai bermasalah.DMS

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *