Korban Banjir Di Kabupaten Pulau Buru Telah Tertangani

Ambon- Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Maluku, Farida Salampessy memastikan, BPBD Provinsi dan Kabupaten Buru telah melaksanakan program tanggap darurat terhadap para korban banjir di Pulau buru.

Salampessy menjelaskan, sejak kejadian bencana banjir 17 Juni lalu itu, merendam 4 kecamatan dari  10 kecamatan di kabupaten itu, empat kecamatan yakni kecamatan Wailata, Kecamatan Wayapo, Kecamatan Namlea dan Kecamatan Lolongbua ikut terendam banjir.

Salampessy mengungkapkan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Buru mencatat akiibat banjir sebanyak 625 rumah warga di 4 kecamatan di kabupaten tersebut terendam banjir, satu warga Desa Waegeren, Kecamatan Lolonggubah bernama Sahut tewas .

Selain merendam 625 rumah warga yang tersebar di empat kecamatan, 450 hektar sawah juga ikut terendam, banjir juga merusak jaringan irigasi di tiga kecamatan.

Menurut  Salampessy, untuk penanganan kerusakan irigasi  pasca banjir tersebut BPBD Maluku telah melakukan koordinasi dengan Balai Wilayah Sungai Maluku agar segera memperbaiki berbagai fasilitas yang rusak akibat banjir.

Bencana banjir melanda Pulau Buru terjadi 17 Juni 2017, akibat intensitas curah hujan di wilayah Pulau Buru dan Maluku cukup tinggi.

Dari empat kecamatan itu, banjir paling parah terjadi di kecamatan Wailata dan sebagian kecamatan Wayapo.

Di Kecamatan Wailata, banjir tidak hanya merendam rumah-rumah warga namun juga ikut merendam kantor kecamatan tersebut dan sejumlah kantor lainnya.

Tingginya curah hujan menyebabkan meluapnya sejumlah sungai yang ada di empat kecamatan itu sehingga banjir ikut masuk ke rumah-rumah warga.DMS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *