Laju Inflasi di Maluku Dipengaruhi Tingginya Harga Ikan

Ambon-Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Maluku Elvis Pattiselano mengakui, tingginya inflasi pada bulan juni 2017 dipicu kenaikan harga ikan segar di pasar.

Menurutnya, gelombang tinggi hingga 2,5 – 4 meter di peraian Maluku belakangan berdampak bagi , pasokan komoditas ikan segar di Provinsi Maluku terganggu dan berakibat pada meningkatnya inflasi ikan segar .

Selain Ikan, sektor komoditas bumbu-bumbuan di Maluku juga masih mengalami inflasi kendati tidak trlalu sifnifikan.

Kontinuitas pasokan cabai rawit, cabai merah dan bawang merah belum sepenuhnya pulih akibat gangguan cuaca pada sentra produksi di Jawa Timur dan Sulawesi Selatan selama beberapa bulan terakhir.

berdasarkan data yang dikeluarkan oleh BPJS, pada bulan Juni 2017 terjadi inflasi perdesaan di Provinsi Maluku sebesar 0,95 persen, disebabkan semua kelompok pengeluaran mengalami inflasi perdesaan, yaitu tertinggi pada kelompok bahan makanan sebesar 1,53 persen, diikuti kelompok sandang 1,07 persen.

Beberapa komoditas yang memberikan andil terbesar terhadap inflasi perdesaan Maluku adalah ikan cakalang, bawang putih, kacang panjang, dan cabai merah.

Untuk keseluruhan tahun, inflasi Maluku diperkirakan masih terkendali dan sesuai sasaran TPID Provinsi Maluku. Inflasi Maluku untuk keseluruhan tahun 2017 diperkirakan pada kisaran 4,2 – 4,6% atau berada dalam target TPID Provinsi Maluku sebesar 4,5 + 1%

Tekanan inflasi diperkirakan terutama bersumber dari komponen kemungkinan penyesuaian harga BBM mengikuti harga minyak dunia, serta kenaikan bertahap tarif listrik. Dari sisi volatile food, diperkirakan tekanan inflasi ikan segar dan komoditas hortikultura relatif terbatas, seiring dengan kondisi iklim yang relatif kering (El nino lemah hingga Agustus dan El Nino sedang pada September).DMS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *