Lengkapi Berkas Korupsi Terminal Transit, Penyidik Terus Periksa Saksi

Ambon – Tim penyidik Kejati Maluku masih melengkapi berkas tiga tersangka dugaan korupsi anggaran pembangunan terminal transit tipe B di Desa Passo, Kecamatan Baguala Kota Ambon tahun 2008 dan 2009 dengan memeriksa sejumlah saksi.

Kasie Penkum dan Humas Kejati Maluku, Sammy Sapulette mengatakan, Selasa (26/9) telah dilakukan pemeriksaan terhadap Angga alias AU sebagai saksi atas dua tersangka lainnya berinisial AGL dan JLM.

Menurut Sammy, AU diperiksa jaksa penyidik Devi Muskita sejak pagi hingga siang dan dilanjutkan hingga sore hari dan pertanyaannya seputar pelaksanaan proyek pembangunan terminal transit tahun 2008 dan 2009.

AU yang juga sudah berstatus sebagai tersangka merupakan mantan PPTK pada Dinas Perhubungan Kota Ambon sejak tahun 2007 hingga 2011 dalam proyek pembangunan terminal transit tipe B di Passo.

Penetapan tersangka ini dilakukan setelah Kejati melakukan gelar perkara pada tanggal 28 Agustus 2017 dan menemukan adanya alat bukti yang cukup.

Yang bersangkutan ditetapkan sebagai tersangka berdasarkan surat penetapan Nomor B-1235/S.1/Fd.1/08/2017 tanggal 28 Agustus 2017.

Sedangkan AGL yang berprofesi sebagai seorang wiraswasta ditetapkan sebagai tersangka berdasarkan surat nomor B-1236/S.1/Fd.1/08/2017. Sedangkan JLM dietapkan berdasarkan surat nomor B-1237/S.1/Fd.1/08/2017 tanggal 28 Agustus 2017.

Pasal yang disangkakan kepada ketiga tersangka adalah pasal 2 ayat (1) atau pasal 3 dan pasal 18 Undang-Undang nomor 31 tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto pasal 55 ayat (1) ke-1 KUH Pidana.

Proyek Terminal transit Passo dikerjakan dari tahun anggaran 2007 hingga 2015

Penetapan tersangka ini dilakukan setelah dilakukan serangkaian tindakan penyelidikan berupa pemeriksaan saksi-saksi, pengumpulan dokumen atau surat dan pemeriksaan ahli. Terakhir dilakukan gelar perkara pada 28 Agustus.

Proyek pembangunan terminal transit Passo dikerjakan dari tahun anggaran 2007 hingga 2015 dan penggunaan anggarannya mencapai lebih dari Rp55 miliar, namun yang ditetapkan sebagai tersangka hingga saat ini adalah tiga orang. (DMS-Antara) 

20 Tahun Dibangun Terminal Transit Pusat Desa Waipia Tidak Berfungsi

Calon Tersangka Terminal Transit Passo Waktu Dekat Di Ekspose

Miliaran Rupiah Dikucurkan, Mega Proyek Transit Passo Mangkrak.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *