Berita Ambon – Tim SAR Gabungan memutuskan menghentikan operasi pencarian terhadap seorang nelayan bernama La Muda Masiri (49) yang dilaporkan hilang saat melaut di perairan Desa Tihu, Kabupaten Seram Bagian Barat, Maluku, pada Jumat 30 desember 2022 lalu.
Kepala Basarnas Ambon Mustari mengatakan, hingga memasuki hari ke-lima 4 Januari 2023, upaya pencarian terus dilakukan Tim SAR Gabungan sejauh 20 Nm namun hingga sore hari Tim SAR Gabungan belum menemukan tanda tanda keberadaan korban.
Lamuda Masiri pria berusia 49 tahun warga asal Desa Persiapan Tihu Kabupaten Seram Bagian Barat tersebut, dilaporkan hilang pada hari jumat tanggal 30 Desember 2022 lalu.
Bertindak sebagai SRU 1, pukul 7 pagi Rubber boat Basarnas Maluku bergerak melakukan pencarian pada koordinat 3° 17 26.70″ S – 127° 34′ 23.28″ E arah Utara Pulau Manipa.
Sementara SRU 2, dari beberapa longboat masyarakat mulai bergerak melukakan pencarian pada koordinat sesuai SAR MAPS diantaranya pada titi koordinat 3° 12′ 7.81″ S – 127° 34′ 23.28″ E dan koordinat 3° 12′ 7.81″ S – 127° 41′ 14.66″ E
Operasi tim SAR, Basarnas Maluku di hari kelima memperluas wilayah pencarian dengan menerjunkan peralatan milik Basarnas diantaranya Rescuer Cay Type II 1 unit, Rubber Boat 1 unit, Aqua Eye 1 unit dan Longboat milik masyarakat sebanyak 3 unit
Selain personil tim Basarnas, Raja Tahalupu, Kepala Dusun Tihu, Babinsa Tihu dan puluhan masyarakat setempat juga ikut membantu pencarian
Sehubungan dengan Ops SAR memasuki hari kelima dan tidak ada tanda tanda keberadaan korban, serta hasil evaluasi bersama dengan pihak keluarga dan unsur Potensi SAR maka Ops SAR resmi ditutup dan dilanjutkan pemantauan.
Selanjutnya kedepan jika terdapat laporan terhadap korban maka Ops SAR akan dibuka kembali.
Mustari menambahkan selain operasi pencarian nelayan di Piru, Basarnas Cabang Soumlaki, Kabupaten Kepulauan Tanimbar (KKT) juga melakukan pencarian terhadap empat orang nelayan yang hilang saat melaut.
Dari hasil pencairian tim SAR awalnya menemukan satu orang nelayan dalam kondisi selamat. selanjutnya tiga orang lainya ditemukan selamat oleh masyarakat yang ikut dalam operasi pencarian tersebut.
Dengan ditemukanya empat nelayan itu maka proses pencarian dinyatakan ditutup.DMS