Mantan Bupati SBB dan Sekda Dipusaran Kasus Korupsi Dana Publikasi

Mantan Bupati Kabupaten Seram Bagian Barat Yakobus.F.Putileihalat

Ambon-Mantan Bupati Kabupaten Seram Bagian Barat Yakobus.F.Putileihalat dan Sekretaris Daerah Maluku Mansyur Tuharea diduga terlibat dalam pusaran kasus korupsi dana publikasi dan jasa iklan sekretariat Daerah Kabupaten SBB yang mengantar dua tersangka, Petrus Eropley dan Rio Kormein yang adalah eks Bendahara Pengeluaran pada Badan Pendapatan Pengelolaan dan Aset Daerah (PPK­AD) Kabupaten SBB.

Peran mantan Bupati Yakobus.F.Putileihalat dan Sekda Mansyur Tuharea terungkap dalam Dakwaan Jaksa Penuntut Umum dalam persidangan dengan agenda pembacaan dakwaan Petrus Eropley dan Rio Kormein eks Bendahara Pengeluaran Badan Pendapatan Pengelolaan dan Aset Daerah (PPK­AD) Kabupaten SBB.

Dalam dakwaanya yang dibacakan JPU disebutkan adanya keterlibatan mantan Bupati SBB Jacobus F. Puttileihalat dan Sekda Mansyur Tuharea dalam kasus dugaan korupsi biaya publikasi dan jasa iklan tahun 2014 senilai Rp 750 juta.

Sedikitnya ada 21 nama yang disebutkan menerima aliran dana tersebut atas perintah Yakobus Putileihalat yang juga disetujui oleh Sekretrais Daerah SBB Mansyur Tuharea. Modus yang dipakai adalah dengan melakukan mark up biaya publikasi dan pencetakan iklan.

Kasus dugaan korupsi biaya publikasi dan jasa iklan Pemerintah Kabupaten SBB diusut oleh Ditreskrimsus Polda Maluku.  Dalam penyelidikan dan penyidikan, penyidik menemukan kegiatan fiktif dalam pengelolaan anggaran sebesar Rp 750 juta yang dialokasikan dalam APBD tahun 2014 itu.

Namun laporan pertanggungjawaban dibuat fiktif seolah-olah kegiatan tersebut berjalan sebagaimana yang dirancangkan dalam Rancangan Anggaran Belanja (RAB). Diduga anggaran tersebut mengalir ke pihak-pihak tertentu, termasuk Bupati SBB saat itu. Akibatnya, negara dirugikan sebesar Rp 551.147.899.

Untuk diketahui, berkas dugaan korupsi biaya publikasi dan jasa iklan Pemerintah Kabupaten SBB tahun 2014 senilai Rp 750 juta dilimpahkan ke Pengadilan Tipikor Ambon, Senin (20/11).

Berkas dengan dua tersangka, Petrus Eropley dan Rio Kormein yang adalah eks Bendahara Pengeluaran pada Badan Pendapatan Pengelolaan dan Aset Daerah (PPK­AD) Kabupaten SBB itu, diserahkan oleh JPU Kejati Maluku, Rolly Manampiring ke panitera Tipikor pada Pengadilan Negeri Ambon.DMS

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *