Sunday 25th February 2018

Masyarakat Diharapkan Memperhatian Kebersihan Panganan Berbuka

By: On:

Ambon-Balai Pengawas Obat Dan Makanan provinsi Maluku menghimbau untuk para penjual panganan berbuka puasa untuk memperhatian kebersiahan saat membuat panganan yang  akan dijual ke masyarakat.

Kepala Balai Pengawas Obat dan Makanan (Balai POM) Maluku, Sandra Lintin, mengatakan,berdasar data dari tahun ke tahun hasil pengawasan yang dilakukan BPOM , masih banyak ditemukan kurang lebih 80 persen panganan berbuka puasa di kota Ambon tercemar mikroba.

Menurutnya hasil uji laboratorium tahun sebelumnya menunjukan, dari 15 sampel yang diperiksa, 14 di antaranya tercemar mikrobologi, dari penganan yang dijual tingkat sanitasinya kurang baik, diantaranya seperti bolu kukus, kue lapis, dan beberapa jenis es, seperti es pisang ijo dan es buah merupakan yang paling banyak ditemukan tingkat sanitasinya buruk.

Untuk itu dirinya berharap agar para pedagang untuk lebih memperhatian panganan yang akan dijual ke masyarakat dengan memperhatian tingkat kebersiahannya saat pembuatannya,serta air yang digunakan hal itu untuk mencegah kuman masuk ke dalam makanan.sehingga tidak merugikan masyarakat saat mengkomsumsi makanan tersebut.

BPOM menurut Sandra Linting, mulai Senin pagi, pihaknya  mengadakan pengawasan pangan berbuka puasa yang dilakukan mulai dari desa Batumerah, Waihaong, Waiyame, Tulehu,Kebun Cengkih, dan beberapa lokasi lainnya.

Pengawasa yang dilakukan meliputi penggunaan pemanis buatan dan kandungan zat kimia berbahaya seperti pewarna tekstil, pengawet mayat (formalin)boraks, serta lainnya.dimana bahan-bahan tersebut jika digunakan berlebihan akan berdampak bagi kesehatan tubuh manusia.

Dirinya berharap agar masyarakat tidak membeli panganan berbuka yang di pajang secara terbuka di pinggir jalan tanpa penutup, atau pembungkus, karena dikawatirkan makanan yang tidak ditutupi akan mudah dimasuki bakteri yang dapat menyebabkan berbagai penyakit.DMS




No Responses

Tinggalkan Balasan

Contact Person WhatsApp us