Berita, SBB,Nuruwe – Warga Desa Nuruwe Kecamatan Kairatu, Kabupaten Seram Bagian Barat di gegerkan dengan penemuan mayat perempaun terkubur di dalam kebun kelapa tidak jauh dari desa tersebut.
Mayat perempuan tersebut diketahui bernama Erna Wirin (EW) jasadnya ditemukan pada Minggu (07/08) siang, sekira pukul 13.46 WIT. Diduga korban dibunuh suaminya Frans Rumahleisalan (38).
Jasad korban berusia 30 tahun itu, dikubur sedalam 20 centimeter dari permukaan tanah.
Jasan wanita cantik ini ditemukan pertama kali oleh saksi Angky Akollo, yang juga warga desa Nuruwe. Saat itu saksi melintas tidak jauh dari tempat kejadian perkara (TKP) hendak berburu babi hutan.
Dari informasi yang diperoleh DMS Media Group, saksi melewati walang (rumah kebun) tempat tinggal korban dan melihat hewan peliharaan anjingnya mengendus tumpukan tanah yang berada sekitar 25 meter dari walang milik tempat tinggal korban.
Saksi kemudian menghampiri tumpukan tanah tersebut dan mencium bau tak sedap. Saksi terkejut melihat ujung jari kaki korban keluar dari tumpukan tanah tersebut.
Mengetahui yang terkubur adalah manusia, saksi kemudian bergegas meninggalkan TKP dan pulang memberitahukan kejadian tersebut kepada staf pemerintah Desa Nuruwe. Selanjutnya staf pemerintah Desa Nuruwe melaporkan kepada pihak Polsek Waisarissa.
Pasca menerima informasi ini, sekitar pukul 14.00 WIT, personil Polsek Waisarissa berjumlah 5 personil dipimpin Kapolsek Waisarissa IPDA Hrndry Nikijuluw serta staf pemerintah Desa Nuruwe mendatangi TKP langsung memasang garis polisi (Police Line).
Sekitar pukul 17:30 WIT, team identifikasi Reskrim Polres SBB tiba dan melakukan olah TKP selanjutnya dibantu warga setempat melakukan proses penggalian di lokasi terkuburnya korban.
Saat oleh TKP Polisi menemukan barang bukti (BB) berupa satu (1) buah linggis .
Usai oleh TKP jasad korban selanjutnya dievakuasi ke RSUD Piru untuk dilakukan outupsi.
Untuk mengungkap peristiwa ini Polisi telah telah meminta keterangan tiga orang saksi yakni Angky Akollo, Saksi Yokbeth Romahsoal dan Saksi Reinart Rahakbauw yang juga masih kerabat korban.
Diduga, korban dibunuh oleh suaminya sendiri, Frans Rumahleisalan. Apalagi sampai dengan saat ini suami korban itu tidak berada di tempat.
Menurut keterangan beberapa saksi sering mendengar korban dan suaminya Frans Rumahleisalan terlibat adu mulut.
Hal ini diperkuat juga dengan keterangan saksi lain yakni Yokbet Romahsoal.
Menurut saksi Yokbet, sekitar dua tiga pekan lalu saksi mendengar suara tangisan perempuan menjerit kesakitan di tempat tinggal atau walang milik korban sekitar pukul 00.00 WIT.
Terkait kasus dugaan pembunhan ini, masih dilakukan pendalaman oleh Satreskrim Polres SBB. Apalagi sampai dengan saat ini suami korban itu tidak berada di tempat.
Sang suami yang diduga sebagai pelaku pembunuhan korban ini sudah kabur dan dalam pengejaran aparat kepolisian.DMS