Mengintip Diskusi Bumi Datar, Bikin Geleng-geleng Kepala

Banyak netizen dinilai mengejar popularitas dengan mendukung Teori Bumi Datar, yang menjadi viral di medsos. Perdebatan berbau ilmiah pun terasa dipaksakan.

Penelusuran detikcom, Jumat (28/7/2017), ada sejumlah grup pendukung Teori Bumi Datar di Facebook, seperti Flat Earth 101 Indonesia dan Indonesia Flat Society. Beberapa grup itu dibuat tertutup.

Mayoritas isi percakapan di grup Flat Earth 101 Indonesia berupa unggahan video berisi fakta-fakta versi Flat Earth di YouTube. Misalnya, ‘Episode 12B (lanjutan) MENGEJUTKAN!!!! (FE Indonesia No. 1 di Dunia)’. Video tersebut dibagikan 78 kali dan mendapat 351 reaksi dari netizen, salah satunya malah mengaitkan dengan teori konspirasi Freemason dan Illuminati.

Netizen bernama Muhammad Ilham As Salafiyyin di kolom komentar mengaitkan Freemason sebagai dalang di balik perang Prancis dan Inggris. Dia menambahkan dari situlah propaganda teori bahwa bumi itu bulat lahir.

“Freemason juga yang menyusun perang antara Prancis dan Inggris, setelah itu kaum Freemason pergi ke tanah Amerika untuk menghasut pribumi untuk berperang dan memberontak terhadap penguasa Inggris di sana yg akhirnya berhasil dan negara Freemason pertama muncul. Patut diingat, setiap Illuminati itu Freemason, tapi tidak setiap Freemason itu Illuminati. Dan di saat Abad Pencerahan di Eropa, kaum Kesatria Templar atau Freemason secara hebat menyebarkan propaganda terbesar, yaitu bumi bulat yang bertentangan dengan ajaran agama besar di mana pun,” urainya.

Namun ada pula yang memberikan komentar berbeda. Salah satu netizen, Achmat Marsito, menyindir penganut Bumi Datar.

“Kasihan ya kalian dibodohi Teori Bumi Datar,” ujar Achmat.

Tak hanya di FB, komunitas Flat Earth (FE) Indonesia juga bisa ditemukan di Instagram. Akun Flat Earth Indonesia itu diikuti 2.069 netizen dengan 133 unggahan.

Komunitas ini membuka ruang diskusi dan tanya-jawab dengan netizen. Salah satu netizen bahkan curhat dijauhi teman-temannya karena menganut paham Bumi Datar.

“Saya dijauhi teman-teman saya karena percaya bumi datar… padahal saya sudah menjelaskan secara halus namun saya hanya di-bully…saya harus bagaimana? Apa saya harus berhenti berpikir sebagai seorang FE agar saya dapat berteman kembali dengan kawan-kawan saya? @indonesian_flatearth_society,” tulis @satriopinandito22.

Unggahan Satrio itu mendapat banyak komentar dari sesama penganut FE. Seperti akun @bayuarr626 dan @adityaira, yang memberikan dukungan untuk Satrio.

“Hanya orang baik yang bisa menghargai pendapat orang karena ini adalah negara demokrasi, cuma teman yang baik yang benar benar teman,” tulis @bayuarr626.

“Ga masalah bro saya juga bagian dari bumi datar.. kalo emang ga percaya aja ga usah dijelasin secara halus.. karena hater mau tidak mau pasti ga suka.. disini bisa liat mana teman mu yg peduli atau emang butuhnya aja..kalo temanmu percaya bumi bulat cukup ajak riset bareng bareng.. saya juga awalnya hampir berdebat.. namun saya mengalah karena tidak semua orang akan dengar omongan saya.. pasti ada orang yang membenci tanpa sebabnya itulah hater..” tulis @adityaira.

Tapi tak sedikit pula yang mendebat soal Teori Bumi Datar. Salah satunya memprotes penjelasan ilmiah teori yang kemudian dikaitkan dengan agama.

“Pertanyaan sains dijawab dengan agama? Salah besar, cacat logika. Permasalahan sains harus diselesaikan dengan sains dan perkara agama diselesaikan secara agama. Lalu bandingkan keduanya, jika sejalan, disanalah kita akan menyadari kebesaran Tuhan. Bukankah agama tak boleh dipisahkan dengan sains kawan? Teori konspirasi GE hanya menjauhkan manusia dari ilmu pengetahuan dan menyalahgunakan agama sebagai pelarian saja. Mari kawan, selamatkan generasi Indonesia dari kebodohan, tegakkan agama dan kita lawan elit elit global yang menjadi kekejaman bumi datar,” tulis @moch.febriana.

Pernyataan @moch.febriana itu pun mendapat respons. Akun @truthseeker membela diri dengan menyebut FE adalah sekelompok orang yang memiliki sudut pandang berbeda.

“Sebagai manusia menurut saya hal yang biasa segelintir orang punya pola pikir yg berbeda, di sini anak-anak FE hanya mempertanyakan apa yang sebenarnya terjadi dengan dunia atau bumi kita, pertanyaan mudah buat kalian yang selalu minta debat sama anak-anak FE, coba kalian jelaskan secara ilmiah kenapa orang yang punya jimat tidak bisa ditembus peluru atau ditusuk? kalian mau bilang itu pakai hukum fisika atau teori apa? sebagai manusia kalian harus bisa berpikir ada sesuatu hal yang tidak bisa kalian jelaskan dega teori atau ilmu pengetahuan,” tulis @truthseeker menanggapi @moch.febriana.

Perbincangan itu berlanjut dengan pertanyaan, jika bumi bulat, mengapa kita penduduk bumi tidak merasakan adanya perputaran. Kemudian pertanyaan bagaimana air bisa melengket di sebuah bola yang berputar-putar.

“Jadi bagi anda kita bergeser 1.770 KM dalam sejam itu lambat? Ditambah lagi bumi juga berevolusi dengan kecepatan sekitar 108.000 KM/jam, bayangkan dalam sejam anda sudah berpindah sejauh itu, bagaimana ini dapat dikatakan lambat?” tanya @abdur.rahimi.

“Memang dari sudut pandang manusia, 1.770 km/jam itu cepat karena pengaruh kehidupan sehari-hari, seperti naik kereta, mobil, dsb. Tapi ingat, bumi dan manusia berbeda jauh dalam hal ukuran. Walaupun dengan kecepatan 1.770 km/jam, keliling bumi juga tidak sedikit kawan, sekitar 43 ribu km. jadi dalam sekali putaran, membutuhkan waktu 24 jam. Sebagai perbandingan anggaplah bola basket seperti bumi. Persepsi yang salah menganalogikan coba putar bola basket secepat 1.770 km/jam seperti kecepatan bumi berotasi, salah besar. Analogi yang benar adalah coba rotasikan bola tersebut sekali saja dan buat untuk satu kali rotasi itu selama 24 jam. Bayangkan 1 putaran itu selama 24 jam, apakah anda masih bilang, cepat?” jawab @moch.febriana.

Begitulah cuplikan diskusi mengenai Bumi Datar. Andai mereka mau sedikit berusaha mengunduh foto-foto Planet Bumi terbaru dari satelit yang kini tersedia online, mungkin mereka tidak kebingungan seperti ini. Ada-ada saja ya!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *