Menteri ESDM Lakukan Kunjungan Kerja Ke Ambon

Ambon-Menteri Energi Sumber Daya Mineral ,Sudirman Said menyatakan di Maluku ini terdapat sekitar 1200 desa yang baru terilistriki oleh PLN atau sekitar 60% sementara sisanya 40% desa yang masih belum terlistriki diantaranya desa Selaru di kabupaten Maluku Barat Daya. Demikian diungkapkan Sudirman Said, saat mengadakan tatap muka bersama pemerintah provinsi Maluku, komisi A DPRD Maluku, Rektor Unpatti serta dirjen SKK migas dan dirjen ESDM  di kantor gubernur Maluku, Sabtu 09/01/16.

Diakuinya setelah melakukan perjalanan bersama sejumlah anggota tim inti yang berasal dari ESDM, SKK migas serta dirjen terkait ke kabupaten Maluku Barat Daya, pihaknya merasa prihatin dengan kondisi desa yang ada karena hingga kini memeng belum dialiri oleh listrik.

Dengan adanya kunjungan tersebut pihaknya mengetahui lebih dekat apa yang terjadi di masyarakat, dan apa saja kebutuhan masyarakat untuk itu pihaknya akan terus membuka komunikasi guna mendengar keluhan masyarakat walaupun realisasinya memerlukan tahapan.

Selain itu, guna merealisasikan program pemerintah lewat visi presiden Joko Widodo,yaitu membangun dari pinggiran, dan mnegedepankan laut sebagi halaman depan kehidupan masyarakat, maka Maluku merupakan daerah yang sangat  relevan. Dirinya menambahkan terkait hal tersebut pihaknya terus mengkaji pendekatan yang perlu dilakukan sehingga pembangunan di Maluku dapat lebih efisien untuk masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut Sudirman menyinggung blok marsela yang merupakan proyek strategis dengan skala yang cukup besar. Pasalnya, dalam rapat terbatas dengan kabinet, presiden Jokowi telah menginstruksikan agar proyek blok marsela harus dilakukan secara maksimal guna memberikan manfaat kepada masyarakat Maluku. Walupun demikian, lanjutnya, harus dipahami dan dimengerti lebih dulu kondisi dan potensi  yang diiliki masyarakat Maluku.

Lanjutnya, untuk membangun proyek gas, dibutuhkan waktu kurang lebih 24 tahun sehingga harus dipikirkan dengan teliti jangka waktu untuk masa produksi sampai pada hasil yang akan diperoleh. Dengan kata lain, pemerintah harus memfokuskan pada pengembangan wilayah, bagaimana memanfaatkan wilayah jika waktu yang diperlukan cukup lama. Saat ini yang terpenting adalah pemerintah pusat maupun daerah bersama-sama bekerja dan memutuskan yang terbaik guna penyerapan dan pemanfaatan blok Masela demi kepentingan masyarakat Maluku kedepan.DMS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *