“Mollucent” Beri Sentuhan Baru Lewat “Matahari Sore’

Ambon-Masyarakat Kota Ambon dan Maluku, dalam waktu dekat akan menikmati  sentuhan warna musik yang berbeda  dari single perdana Group Band Mollucen, lewat single “Matahri Sore”.

Sebagai pendatang baru dalam dunia tarik suara, nama Mollucent memang belum banyak dikenal publik. Namun siapa sangka keinginan kuat Imam Syarif Tuasamu, yang lahir dan besar di  Ibukota Jakarta selama kurang lebih 20 tahun berbuah manis melalui lagu  “Matahari Sore”.

Lagu bertajuk “Matahari Sore” dijagokan dalam album perdana Group Band Mollucent yang di jadwalkan dirilis Agustus 2017 mendatang.

Historis Lagu “Matahari Sore” aslinya berjudul “Nafas di Maluku” diciptakan oleh Zul Karepesina karena rindu terhadap tanah kelahiran Maluku, saat berada di tanah perantauan.

Imam mengakui tertarik, saat pertama kali mendengarkan lagu Nafas Maluku ketika dinyanyikan oleh Zul pada sebuah acara keluarga.

Menurut Imam, penggarapan lagu ini juga melibatkan beberapa musisi band ternama di Jakarta.

Imam mengakui, selama hampir 10 tahun berkecimpung di dunia musik, kali ini Mollucent merasakan desakan yang berbeda karena hasrat ingin pulang kampung  untuk membangun daerah ini melalui musik yang bernyawa  dengan kearifan lokal daerah Maluku.

Menyadari ketatnya persaingan musik lokal di Maluku, tidak menciutkan nyali Mollucent yang di motori front man Imam Syarif Tusamu, Zul Karepesina dan Satrio Busono untuk terus berkarya. Bagi Mollucent tidak ada kata persaingan sesama musisi dan artis di Maluku justru yang ingin di kedepankan oleh Mollucent adalh menyandingkan warna musik baru sesuai kearifan lokal dan budaya pela gandong.

Oca Rini, Manajer Mollucent mengakui, penggarapan Single tersebut tidak memakan waktu lama,

Oca optimistis dengan karakter vocal dari sang vokalis diharapkan dapat merubah persepsi dan pandangan penikmat musik tentang Mollucent.

Mengenai lirik sendiri, menurut Zul, lagu ini menceritakan tentang refleksi dirinya mengenai kecintaanya terhadap kerinduan untuk kembali kerumah dan kampung halamnya di Maluku.

Single “Bertajuk Matahri Sore” Mollucent saat ini dalam penggarapan final dan diharapkan Agustus 2017 mendatang, album Perdana Group Band Mollucent  akan  dilounching di kota Ambon, untuk penikmat musik tanah air lebih khusus  masyarakat Maluku.DMS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *