MTB Ideal Kembangkan Perkebunan Tebu

Ambon-Gubernur Maluku, Said Assagaff menyatakan Kabupaten Maluku Tenggara Barat (MTB) ideal mengembangkan perkebunan tebu skala besar karena lahan luas dan tekstur tanahnya cocok.

Pertimbangannya, berdasarkan penelitian para ahli dari Kementerian Pertanian ternyata MTB maupun Kepulauan Aru ideal dikembangkan perkebunan tebu skala besar.

Kepulauan Aru telah ada izin dari Kementerian Lingkungan Hidup Kehutanan untuk melakukan survei.

Dia merujuk dalam perjalanan dari Saumlaki ke Siwahan, daerah ujung Pulau Yamdena untuk menyeberang ke Pulau Larat sepanjang 154 KM ternyata lahan di kiri maupun kanan infrastruktur darat tersebut masih belum dimanfaatkan sehingga terbuka peluang mengembangkan perkebunan tebu.

Menurutnya, bila perkebunan tebu dikembangkan, maka terbuka peluang penyerapan tenaga kerja (Naker) sebanyak puluhan ribu orang sehingga mengatasi pengangguran, sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan pada akhirnya turut menurunkan angka kemiskinan.

Dia mengakui, pengoperasian perkebunan tebu juga mendorong pengembangan ternak dalam skala besar untuk mengatasi impor daging serta pabrik gula.

Data Kementerian Pertanian, 10 Provinsi yang menjadi sasaran perluasan perkebunan tebu dan pabrik gula adalah 10 provinsi yakni Sulawesi Tenggara, Sulawesi Selatan, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Papua, Maluku, Lampung, Sumatra Selatan, Nusa Tenggara Barat dan Provinsi Nangroe Aceh Darussalam.

Tiap provinsi akan memiliki beberapa kawasan yang akan dijadikan sentra perkebunan tebu. Pemerintah memilih lahan pengembangan basis produksi tebu dan gula di luar Jawa karena ketersediaan lahannya masih luas. Perluasan lahan tersebut akan dimulai tahun 2016 hingga 2019, plus pembangunan 10 pabrik gula.(Antara)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *