Berita Maluku, Ambon – Museum Siwalima Provinsi Maluku menggelar kegiatan ‘Lokakarya dan Lomba Bedah Koleksi Museum Siwalima Tahun 2022. Lokakarya yang untuk ketiga kalinya diselenggarakann ini mengusung tema, “Identitas Lokal dan Budaya Orang Maluku”
Kegiatan tersebut berlangsung di ruangan Theater Museum Siwalima, Senin (04/07) dan diikuti 30 mahasiswa berbagai perguruan tinggi di Kota Ambon.
Lokakarya menghadirkan narasumber Budayawan F.Sahusilawane , Johan Pattiasina (Dosen progran studi pendidikan sejarah Unpatti) dan Susi Latuconsina, dosen bahasa dan sastra indonesia di IAIN Ambon.
Kepala UPT Museum Negeri Siwalima Provinsi Maluku, Darwin Jacob Lawalata, dalam sambutannya menjelaskan, satu benda atau koleksi bisa dipamerkan di ruang pamer untuk dinikmati para pengunjung apabila benda tersebut sudah memiliki data dukung atau kajian awal sebagai bahan informasi kepada pengunjung.
Menurut Lawalata , ada 5 koleksi pilihan yang akan dibedah oleh peserta kegiatan guna memperkaya data kokeksi tersebut, sehingga informasi kepada pengunjung semakin akurat, bukan hanya data lisan lebih daripada itu data pustaka.
Ke-5 koleksi yang dibedah yaitu Masjid Wapauwe,Gereja Tua Imanuel, Sosoiki, Kora-Kota Titawai dan Baileo.
Lawalata berharap melalui kegiatan peserta memperoleh pengetahuan tentang koleksi museum dan mungkin menjadikan koleksi museum sebagai bahan kajian untuk penulisan tugas akhimya,.
Ia juga berkeinginan agar setelah mahasiswa selesai mengikuti kegiatan ini bisa membentuk satu komunitas pencinta museum dan menjadi folentir ketika Museum Siwalima laksanakan kegiatan seperti begini.
Dikatakan, Museum Siwalima memiliki tugas menyebarluaskan informasi benda sejarah, dari berbagai ragam bentuk warisan budaya Nusantara dengan memanfaatkan koleksi Museum Siwalima dalam berbagai bentuk kegiatan dan salah satunya adalah kegiatan Lokakarya
Menurutnya, kegiatan ini dimaksudkan untuk memperoleh data dan informasi koleksi dari berbagai sumber baik sumber pustaka maupun sumber dari masyarakat setempat serta pesan moral yang dapat ditemukan dari koleksi yang dibedah.
Kegiatan Bedah Koleksi untuk ketiga kali dimulai dari pemberian materi oleh para narasumber yang telah ahli dalam bidang ilmunya dan dilanjutkan dengan penelitian koleksi, penelitian sumber pustaka yang dapat menunjang data koleksi tersebut dan dilanjutkan dengan pengkajian koleksi, penulisan hasil pengkajian, presentasi dan penilaian oleh para narasumber yang akan berfungsi sebagai dewan penilai atau dewan juri dan pengumuman pemenang serta pemberian hadiah.DMS