Berita Maluku, Ambon – Barbagai lapisan Masyarakat menghadiri Seminar kajian Museum Siwaliam tahun 2022 dengan tema tenun “Maluku Barat Daya Media Informasi Edukasi dan promosi Budaya Maluku” bertempat di Museum Siwalima Provinsi Maluku.
Seminar kain Tenun yang berasal dari Kabupaten MBD ini termotifasi karena Museum Siwalima banyak memiliki koleksi kain tenun, untuk itu tema ini di angkat agar masyarakat lebih mengenal koleksi tenun dan dapat di lestarikan, dikembangkan, dimanfaatkan dengan baik serta dipromosikan, Demikian disampaikan Kepala Musuem Siwalima Ambon Darwin Jacob Lawalata.
Dikatakan Lawalata, banyak orang tidak akan tertarik, bahkan banyak orang menggangap tenun merupakan kain yang biasa – biasa saja, Namun hasil survey yang dilakukan pihak museum Siwalima di kepulauan Tanimbar, ternyata pembuatan kain tenum mempunyai arti yang luas jika dilihat dari motif dan simbol – simbol pada kain tersebut yang begitu luar biasa.
Oleh karena itu Lawalata berharap dengan seminar kajian tenun MBD tahun 2022 ini, dapat membuka wawasan dan pola pikir ke arah yang lebih maju untuk mengembangkan dan memperbaharui data informasi tenun MBD sebagi bagian dari penyebarluasan informasi koleksi museum Siwalima.
Dengan demikian, kata Lawalata, akan lebih meningkatkan pemahaman rasa cinta dan memiliki masyarakat luas, terutama generasi muda dan sthkolder tentang makna dan nilai historis tenun MBD sehingga kain tenun tersebut terus dapat dilestarikan, dan dipromosikan sebagai karya orang Maluku.
Dalam kesempatan ini juga Lawalata memberikan apresiasi kepada para peneliti, pakar sejarah dan budayawan yang tentu saja keilmuan mereka sangat membantu dalam mengidentifikasi makna dan nilai yang termuat dalam motif-motif kain tenun MBD dan melakukan kajian dari berbagai sudut pandag kaahlian dan kepablitas keilmuan.
Kain tenun MBD merupakan warisan para leluhur yang perlu dilestarikan dan dipromosikan sebagai hasil dari kebudayaan bangsa , walau memiliki nilai yang berbeda, namun secara historis menggambarkan kearifan lokal yang dapat menyatukan masyarakat.DMS