Musisi Asal Maluku Dukung Ambon Sebagai Kota Musik Dunia

Ambon-Sejumlah musisi legendaris asal Maluku mendukung Ambon sebagai Kota Musik Dunia 2019. Hal ini disampaikan sejumlah artis, diantaranya Minggus Taihutu, Bob Tutupoly dan Rut Sahanaya.

Para musisi dan artis  asal daerah ini mendukung upaya Pemerintah Kota Ambon dan Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) menjadikan ibu kota provinsi Maluku ini sebagai kota musik dunia.

Menurut Minggu Taihutu upaya menjadikan Ambon sebagai kota musik diunia selain didukung oleh seluruh artis Maluku juga harus mendapat dukungnan positif warga kota Ambon.

Sebagai orang Maluku semua artis siap membantu mewujudkan Ambon sebagai kota musik dunia. Ambon sangat mungkin mewujudkan hal ini,  karena banyak potensi yang dapat ditonjolkan, bukan hanya di bidang seni tetapi juga budaya dan pariwisata

Sementara itu pelantun “Kaulah Segalanya” Ruth Sahanya mengakui, talenta musik para seniman Ambon sangat luar biasa. Musik menurut Ruth Sahanaya telah menjadi bagian tidak terpisahkan dari kehidupan keseharian orang Ambon . Oleh karena itu, seluruh musisi asal Maluku, secara moril memiliki tanggung jawab, bersama warga dan pemerintah kota siap mewujudkan Ambon sebagai City of Music.

Selain Ruth Sahanaya dan Minggus Taihutu, musisi ternama Bob Tutupoly dan Enteng Tanamal optimis pada tahun 2019 Ambon akan ditetapkan sebagai kota musik dunia.

Pencanangan Ambon menuju Kota Musik Dunia oleh Kepala Badan Ekonomi Kreatif Indonesia (Bekraf) Triawan Munaf dilaksanakan di Lapangan Merdeka Ambon, 29 Oktober 2016 lalu.

Pencanangan ditandai dengan peniupan tahuri oleh Kepala Bekraf Triawan Munaf, Assisten I Setda Pemerintah Provinsi Maluku Angky Renjaan dan Penjabat Wali Kota Ambon saat itu Frans Johanis Papilaya.

Pencanangan Ambon Menuju Kota Musik Dunia adalah langkah awal untuk melaksanakan 25 action plan yang telah dibuat oleh Robin Malau, konsultan yang menangani proses mendaftarkan Kota Ambon sebagai kota musik dunia ke UNESCO.

Rencana aksi mencakup lima pilar pembangunan musik yakni infrastruktur, musisi dan komunitas, proses belajar, pengembangan industri dan nilai sosial budaya.DMS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *