Nilai-Nilai Kebangsaan dan Agama Harus Selaras Dalam Kehidupan Berbangsa dan Bernegara

Ambon-Nilai-nilai kebangsaan perlu diselaraskan dengan nilai-nilai agama dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.  Demikian dikatakan Wakil ketua I DPD RI Nono Sampono.

Nono Sampono menekankan perlunya memberikan penguatan dan pemahaman yang benar kepada mereka yang selama ini memiliki idiologi atau pemahaman yang salah dalam kehidupan berbangsa dan bernegara sesuai nilai-nilai kebangsaan yang menjadi dasar dan pedoman di Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Dikatakan Nono Sampono, radikalisme dan terorisme bukan semata tindakan fisik, namun sudah menjurus kepada idiologi yang tidak sesuai dengan Pancasila. Hal inilah yang harus diantisipasi secara dini oleh negara.

Para narapidana maupun eks narapidana dalam kasus teroris perlu didampingi dan diberikan pemahaman yang benar agar nilai-nilai kebangsaan agar seiring sejalan dengan nilai-nilai agama.

Pembinaan dan penyadaran merupakan hal penting yang harus secara terus menerus diberikan kepada kelompok atau orang-orang yang terlanjur mengikuti paham atau ajaran yang menurut mereka benar namun tidak sesuai dengan nilai-nilai kebangsaan.

Mereka juga perlu diajak untuk untuk melihat jauh kedepan tentang masa depan, bagaimana memberikan pendidikan yang layak bagi anak-anak serta kesejahteraan bagi keluarga.

Dikatakan Nono Sampono, apapun yang dilakukan harus berlandaskan kepada idiologi Pancasila yang menjadi dasar Negara kesatuan Republik Indonesia, karena nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila sangat sesuai dengan ajaran agama manapun.

Seperti diketahui, kehadiran Nono Sampono di kota Ambon guna memenuhi undangan sebagai salah satu pembicara dalam kegiatan yang digelar oleh  Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) bekerja sama dengan Lembaga Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Provinsi Maluku yang mengambil tema  “Pembinaan Keagamaan dan Wawasan Kebangsaan Pada Program Deradikalisasi di Luar Lapas Bagi Para Narapidana dan Mantan Narapidana Teroris di Provinsi Maluku.DMS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *