Nono Sampono: Pancasila, UUD 1945, Bhineka Tunggal Ika dan NKRI sebagai Rumah Bersama yang menyatukan Berbagai Perbedaan

Tual-Anggota DPD RI dan mantan Komandan Korps Marinir Angkatan Laut, dalam Sosialisasi Empat Pilar di Politiknik Perikanan Tual menyampaikan bahwa dalam perjalanan sejarah Negara Republik Indonesia, sering terjadi konflik yang disebabkan oleh  persoalan ideologi serta permasalahan politik.

Konflik yang disebabkan oleh Politik Seperti Peristiwa Madiun, G30/SPKI  yang ingin menggantikan  dasar Negara Pancasila dengan Idologi Komunis. Ideologi Negara Republik Indonesia Pancasila ingin juga digantikan dengan ideologi yang berasaskan Islam, seperti dalam pemberontakan DI/TII, Darul Islam/Tentara Islam Indonesia.

“Sejarah telah menoreh perjalanan, bagaimana Pancasila disepakati sebagai dasar negara. Adanya perenungan yang mendalam bahwa Indonesia berada dalam bebagai perbedaan suku, ras, agama dan budaya, maka disepakati Pancasila sebagai Dasar Negara. Perjuangan untuk merebut kemerdekaan dimaknai sebagai perjuangan kebersamaan rakyat Indonesia. Persatuan dan kesatuan itulah yang menjadi kekuatan bangsa. Perjalanan  kehidupan bangsa dengan perkembangan dunia yang begitu cepat pasti banyak godaan yang selalu mengganggu bangsa Indonesia. Salah satu godaan yang dialami sekarang ini adalah adanya paham-paham radikalisme yang mencoba dan berusaha menggantikan Pancasila sebagai dasar negara. Kita bangsa Indonesia harus mampu untuk tidak terpengaruh terhadap godaan-godaan yang datang, namun kita tetap berkomitmen terhadap Pancasila sebagai dasar negara kita. “ Jelas Nono Sampono

Selain itu menurut mantan Komandan Paspampres ini bahwa nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila, UUD 1945, Bhineeka Tunggal Ika dan NKRI tidak ada satupun yang bertentangan dengan nilai-nilai dasar yang di ajarkan oleh  agama, bahkan dapat dikatakan Lima Sila dalam Pancasila merupakan perwujudan nilai-nilai mulia yang diajarkan oleh agama,  ke-Esa-an akan Tuhan, nilai kemanusiaan, persatuan, musyawarah, dan penegakan keadilan.

Sambung Nono Sampono bahwa melihat pergerakan dan gejolak bangsa ini rasanya tidak ada lagi yang bisa merubah Pancasila sebagai dasar negara Indonesia. Sekarang ini tugas negara adalah bagaimana mengimplementasikan Pancasila, UUD 1945, Bhineka Tunggal Ika dan NKRI sebagai rumah yang nyaman bagi setiap warga negara dan rumah yang menyatukan berbagai perbedaan. Negara perlu hadir di semua pelosok nusantara, baik yang ada di daerah perbatasan, di daerah kepulauan, di daerah tertinggal dan di daerah miskin. “Saya rasa dalam kepemimpinan Presiden Jokowi dan JK sudah mewujudkan itu. Memang sangat disadari bahwa disana sini masih ada kendala tapi kita semua yakin dengan persatuan dan kesatuan maka semua kendala termasuk paham radikalisme, bangsa Indonesia dapat mengatasinya”. Demikian Tutup Nono Sampono mengakhiri sosialisasi MPR.DMS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *