Obama Sudah Bikin Yogya Mendunia, Jangan Lagi ada Warung 'Nuthuk'

Kunjungan Barack Obama beberapa waktu lalu berhasil membawa nama Yogyakarta mendunia. Harus dijaga selanjutnya. Jangan dicoreng oleh ulah warganya yang tak simpatik. Termasuk jangan ada lagi ada warung ‘nuthuk’ yang bisa mengecewakan pengunjung.

Tak hanya media nasional, media asing ikut melaporkan kedatangan Obama dan keluarganya untuk berlibur di beberapa lokasi wisata di Yogyakarta dan sekitarnya.

Menginap selama dua malam di Yogyakarta, Obama dan keluarganya mengunjungi Candi Borobudur, Prambanan, dan Puncak Becici. Aparat TNI dan Polri memberikan pengamanan tamu VVIP setara Presiden kepada rombongan Obama.

Presiden ke-44 AS ini tampak menikmati liburannya dan menghabiskan malam terakhirnya di Yogyakarta dengan menyaksikan pertunjukan wayang kulit.

Radio DMS Menyajikan: Berita AmbonBerita MalukuMedia di AmbonMedia di Maluku

Seorang dalang tunanetra, Ki Agustinus Sardjono, diundang untuk menyajikan pagelaran wayang kulit secara private, hanya untuk keluarga Obama.

Menteri Pariwisata, Arief Yahya, menyebut Obama seolah menjadi endorser untuk pariwisata Indonesia, khususnya Bali dan Yogyakarta. Pemberitaan media internasional pada liburan Obama di Yogyakarta salah satunya, merupakan promosi gratis.

“Sebagai tokoh dunia, Obama yang 8 tahun memimpin AS itu menjadi endorser bagi Borobudur, Prambanan, Bali dan Wonderful Indonesia,” kata Arief kepada detikTravel, Minggu (2/7).

GKR Hemas menambahkan, kunjungan Obama diharapkan akan menggenjot jumlah wisatawan yang datang ke Yogyakarta.

“Saya kira beliau hadir di Yogyakarta termasuk kunjungan wisata yang akan menambah semaraknya wisatawan yang akan berkunjung ke Yogyakarta,” tutur GKR Hemas kepada detikcom, Selasa (29/6).

Namun sayang, tak lama setelah Obama meninggalkan Indonesia, ramai info tak enak dari Yogyakarta. Media sosial ramai oleh informasi soal warung ‘nuthuk’ di Jalan Malioboro. Istilah ‘nuthuk’ dipakai warga lokal untuk menyebut penjual barang yang memasang tarif jauh di atas harga normal memanfaatkan momen-momen tertentu.

Seorang wisatawan mengunggah foto nota yang dibayarkan usai makan di warung lesehan bernama ‘Intan’ di media sosial. Harga makanan yang tertera di sana sangat tinggi dan tak wajar. Postingan itu viral dan menuai kecewa banyak pihak.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *