Oknum Anggota Polisi Terlibat Narkoba Cukup Tinggi

Ambon-Kasus penyalahgunaan narkoba di oleh oknum anggota Polisi di Maluku, periode Januari hingga Oktober 2017,  yang disidangkan di Pengadilan Negeri Ambon cukup tinggi.

Ironisnya dari 69 perkara narkoba, yang naik meja hijau PN Ambon, 10 terdakwa merupakan oknum anggota Polisi yang bertugas di wilayah hukum Polda Maluku.

Humas Pengadilan Negeri Ambon Hery Setyobudi menjelaskan, dari 69 perkara narkoba yang naik meja persidangan terbanyak adalah masyarakat umum dari berbagai profesi selain anggota Polisi dan Aparatur Sipil Negara (ASN).

Sepuluh nama oknum anggota Polisi yang disidangkan dan diputuskan bersalah melanggar pasal 127 UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, yakni Mohamad Ramly, Irsal Atamimi, Anthony Komul, Edwin Haurissa, Mario Atiuta,Fachrudin Fadanrani,Wardy Marasabessy, Yohanes Brando Rocman Sutarno dan Sabarudin.

Setyobusi mengatakan rata-rata oknum anggota Polisi terjerat narkotika adalah pengguna narkoba jenis sabu-sabu. hukuman badan yang dijatuhkan selain kurungan badan hingga direhabilitasi.

Menurut Setyobudi, jika melihat trend pengguna narkoba yang melibatkan anggota Polisi, hal ini sangat disayangkan mengingat Polisi merupakan garda hukum terdepan mendukung pemerintah dalam upaya pemberantasan tindak pidana narkotika.

Ia mengakui dengan tingginya jumlah oknum anggota Polisi yang terlibat narkoba maka hal ini sudah sangat mengkwatirkan, oleh karena itu  pengawasan dan pembinaan secara internal di lembaga Kepolisian perlu dilakukan agar lembaga ini benar-benar bersih dari oknum anggota nakal yang merusak citra kepoilisian dimata masyarakat.

Seperti diketahui, Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia melalui Kapolri Jenderal Tito Karnavian menyatakan tegas akan memberi sanksi kepada anggota kepolisian yang positif mengkonsumsi narkoba dikenakan sanksi  kode etik hingga pemecatan jika terbukti sebagai pengedar.

Kapolri Tito Karnavian juga menegaskan dan memberi peringatan keras kepada seluruh anggota Polri agar tidak memakai narkoba, apalagi membantu atau sebagai pengedar narkoba.

Secara nasional, kata dia, kasus narkoba di Indonesia relatif masih tinggi dengan nilai uang yang terbuang sangat besar. Namun yang terpenting bukan masalah materi yang terbuang, tetapi dampak terhadap generasi muda dan masa depan bangsa ini yang harus menjadi perhatian.DMS

 

 

 

 

Saksi Ahli Akui Dana  Rp.30 Juta Ke PKK Salah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *