Pada 2020, Norwegia Larang Pemanas Gedung Berbahan Bakar Minyak

Norwegia akan menjadi negara pertama di dunia yang melarang penggunaan minyak sebagai bahan bakar pemanas gedung.

Negeri Skandinavia yang merupakan penghasil minyak dan gas bumi terbesar di dunia selain Timur Tengah itu akan menghentikan penggunaan minyak dan parafin untuk memanaskan gedung mulai 2020.

Norwegia, yang juga berencana melarang penjualan mobil yang menggunakan bahan bahar fosil pada 2025, telah melakukan upaya untuk menelurkan kebijakan yang akan menurunkan emisi karbon negeri itu.

Radio DMS Menyajikan: Berita AmbonBerita MalukuMedia di AmbonMedia di Maluku

Vidar Helgesenlain, Menteri Lingkungan Norwegia, sudang menyinggung rencana larangan penggunaan BBM untuk menghangatkan gedung.

“Mereka yang masih menggunakan bahan bakar fosil sebagai pemanas harus mencari opsi sebelum 2020,” ujar Helgesenlaid.

Pemerintah Norwegia menganjurkan kepada warganya untuk mencari alternatif pengganti BBM.

Nantinya, aturan ini akan diperluas dengan melarang penggunaan gas alam untuk pemanas gedung.

Pemerintah mengatakan, aturan ini akan diberlakukan untuk gedung baru maupun lama serta meliputi kediaman warga, bangunan bisnis, dan instansi pemerintah.

Kementerian Lingkungan Norwegia mengatakan, langkah ini diharapkan bisa mengurangi emisi gas buang Norwegia sebesar 340.000 ton per tahun. Dua tahun lalu, emisi gas buang Norwegia tercatat 53,9 ton.

“Ini adalah sebuah kebijakan lingkungan yang sangat penting yang bisa memangkas emisi dengan sangat signifikan dan mengisim sinyal kuat bahwa kami sudah mulai meninggalkan bahan bakar fosil menuju bahan bakar terbarukan,” kata Marius Holm, ketua ZERO sebuah lembaga yang memperjuangkan pemangkasan emisi.

Radio DMS Menyajikan: Berita AmbonBerita MalukuMedia di AmbonMedia di Maluku

Norwegia semakin dikenal sebagai negara yang sangat progresi di bidang kebijakan di bidang lingkungan.

Tahun lalu, Norwegia menjadi negeri pertama di dunia yang berkomitmen menciptakan “nol deforestasi”

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *