Paroki Santo Yoseph Passo  Gelar Perayaan Kristus Raja Semesta Alam

Paroki Santo Yoseph Passo  Gelar Perayaan Kristus Raja Semesta Alam

Ambon – Umat Katolik, Paroki Santo Yoseph Passo, Kecamatan Teluk Baguala,  Sabtu, (18/11) larut dalam suana suka cita saat menggelar perayaan Kristus Raja Semesta Alam. Ivent ini merupakan   tradisi Gereja Katolik mengahiri tahun liturgi sekagilugus 2017.

Perayaan iman ini  juga sebagai tanda memasuki tahun liturgi baru , diawali dengan masa adventus atau masa persiapan sebelum perayaan Natal.

Di Paroki Santi Yoseph Passo, tradisi perayaaan dalam bentuk arak-arakan Kristus Raja Semesta Alam dilaksakan untuk ketiga kalinya. Prosesi arak-arakan di mulai dengan penyerahan Arca Kristus Raja Damai dari ketua Rukun Santa Ratu Damai kepada ketua Rukun Santo Johanes Paulus, diterima dan didoakan dalam bahasa Tanimbar.

Kegiatan ini dikemas dalam tradisi budaya masyarakat Tanimbar Maluku Tenggara Barat, dipimpin Pastor Partoki Santo Yoseph Passo Angki,Kandumas Projo, dihadiri Kepala Kecamatan Teluk Ambon, Saniri Negeri Passo serta Direktur Rumah Sakit Oto Kuyk maupun undangan lainnya.

Sejak diarak dari Rukun Santa Maria Ratiu Damai sebelum diserahkan ke Rukun Santo Johens Paulus untuk selanjutnya dilakukan misa terakhir atau puncak dari akhir Tahun Liturgi pada Hari Minggu (26/11).

Pastor Paroki Santo Yosep Passo, Angki Kandumas Projo mengatakan, Tujuan dari kegiatan arak arakan arca Kristus Raja Semesta Alam bertujuan untuk mengajak umat meneladani ketokohan Yesus Kristus sebagai Putra Allah, melalui karya penyelamatan karena cintanya kepada umat manusia rela menderita dan disalib untuk menebus dosa umat manusia.

Melalui ivent ini, Kandumas Projo mengajak umat untuk lebih mengutamakan cinta kasih dalam kehidupan sehari-hari, karena diakuinya hanya dengan cinta kasih mampu menghadirkan kedamaian tanpa peperangan atau konflik warga seperti yang pernah dialami umat di Maluku 17 tahun silam.

Koordinator Penyelenggara Amandus Rumadery, menyebutkan Kristus Yesus memiliki kualitas ketokohan yang lain, kendatipun harus menderita dan tersalib,kecintaan  Yesus kepada manusia masih diperlihatkan, salah satnya dengan berdoa meminta kepada Allah untuk mengampuni perbuatan orang-orang yang menyalibkanya. Ketokohan ini menurut Rumadery, hendaknya menjadi nilai lebih bagi manusia untuk diimplementasikan dalam bentuk cinta kasih antarsesama, golongan, ras dan agama dalam bingkai Pela dan Gandong.

Menurutnya, perbedaan lain yang dimiliki Yesus sebagai Raja semesta alam adalah tidak bisa disamakan dengan raja-raja duniawi karena ketokohannya sebagai raja eskatoligis, yakni Dia yang berkuasa pada penghakiman terakhir.

Untuk diketahui, tiga tahun terakhir, arca Kristus Raja telah diarak mengelilingi empat Stasi di Paroki Santo Yoseph, Negeri Passo. Selama setahun Arca Kristus Raja ditempatkan di setiap Rukun.. Kegiatan iman ini diharapkan bermanfaat bagi perbaikan pola hubungan umat dengan Tuhan, teristimewa melalui perwujudan pola hidup antar umat.DMS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *