Pasutri Diduga Otak Dibalik Pemalsuan Dokumen Eks Anggota Polisi

Ambon-Perkembangan kasus pemalsuan dokumen dengan terdakwa Tety Sriyenti, guru SMP Negeri 16 Ambon dan eks anggota Samapta Polda Maluku, bernama Suardi, belakangan semakin menarik, karena terungkap dalam persidangan kalau perbuatan pemalsuan dokumen tidak saja dilakukan oleh kediua terdakwa tetapi melibatkan beberapa orang.

Menariknya, jika dirunut dari awal pemalsuan dokumen hingga Suardi yang adalah eks anggota Polisi ini bisa melewati semua prosedur sebagai syarat hingga lulus menjadi seorang polisi, maka disinilah pointnya.

Dalam sidang yang digelar di Pengadilan Negeri Ambon, orang tua wali dari Suardi yakni Taher dan Suarty diduga berperan besar dalam hal pemalsuan berbagai dokumen pendukung mulai dari pemalsuan akte kelahiran, kartu keluarga hingga pemalsuan ijasah SD hingga SMA, dengan meminta bantuan Tety Sriyenti dan salah seorang staf pada kelurahan.

Jika dalam perkara ini Jaksa Penutut Umum hanya menjadikan Tety Sriyeti dan Suardi sebagai terdakwa maka dalam perkembanganya Taher juga bakal ditetapkan sebagai tersangka. Taher saat ini sudah diamankan dan dimintai keterangan oleh Polisi, tentang seberapa besar peranya dalam kasus pemalsuan ini.

Taher maupun Suarty yang juga rekan Guru Tety Sriyenti, saat dimintai keterangan dalam sidang yang digelar di Pengadilan Negeri Ambon, dalam keterangannya suami istri ini mengaku lupa dan lupa , sehingga hakim maupun JPU termasuk Penasehat Hukum (PH) Suardi Djidon Batmomolin, beberapa kali meminta Suarty untuk menjawab jujur.

Nampaknya harapan hakim, Jaksa maupun PH Djidon Batmomolin untuk mendapatkan pengakuan yang sebenar-benarnya kandas. PH Djidon Batmomolin dalam persidangan bahkan dengan keras meminta agar majleis yang diketuai  Hakim Amaye Yambeyapdi  mengeluarkan penetapan melalui persidangan agar Suarty ditetapkan sebagai tersangka, karena memberikan keterangan palsu dibawah sumpah.

Tety Sriyenti saat ini ditahan jaksa di Rutan Klas IIA Ambon. Guru SMPN 16 Ambon ini  tak sendiri. Ia ditahan bersama bekas anggota Samapta Polda Maluku, Suardi.Tety membantu memalsukan akte kelahiran, ijasah dan kartu keluarga milik Suardi untuk mengikuti tes anggota Polri.  Suardi yang sebelumnya berprofesi sebagai tukang ojek akhirnya lolos menjadi anggota Polri. Namun kasus pemalsuan ini terbongkar, Suardi pun dipecat.DMS

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *