PDI Perjuangan Punya Tiga Skenario Tentukan Calon Gubernur Maluku

Ketua DPRD Maluku Edwin Huwae

Ambon-Kemenangan dalam Pemilu Legislatif, tidak otomatis menjadi jaminan bagi partai politik untuk berhasil mengusung calon kepala daerah memenangkan Pilkada. Lebih dari separoh wilayah yang telah melangsungkan Pilkada ditandai kekalahan partai pemenang Pemilu.

Khusus untuk perhelatan Pilkada Maluku, sejumlah partai mengusung strategi setidaknya berharap calon yang akan direkomendasikan baik secara indivual partai maupun koalisi mampu memenangkan pertarungan Kursi Maluku Satu.

Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Maluku, mengahadapi Pilkada Gubernur 2018 mendatang, memiliki strategi tersendiri.

Kendatipun hingga saat ini PDIP belum menentukan sikap akan berkolaisi dengan partai lain setidaknya Partai Pimpinan Megawati Soekarno Putri ini telah menyiapkan tiga strategi untuk menentukan Calon dukungan yakni Menentukan Calon Gubernur dari luar Partai dengan Wakil dari PDIP, ataupun Calon Gubernur dari PDIP dan Wakil diliuar PDIP serta baik Calon Gubernur dan Wakil Gubernur dari internal  partai, baru akan ditentukan setelah melihat perkembangan politik di Maluku.

Ketua DPD PDIP Edwin Huwae menyatakan, kewenangan menentukan pasangan calon berada di tangan Megawati Soekarno Putri, oleh karena itu dari ketiga strategi tersebut jika diputuskan oleh Megawati semua struktur partai mulai dari DPD hingga anak ranting harus mengamankan amanh partai.

Belakangan banyak bermunculan spkeulasi,  jika PDIP memberikan sinyal dukungan kepada  sang Petahana Said Assagaff berdampingan dengan Edwin Huwae sebagai wakil Gubernur semakin menguat.

Sang Petahana Said Assagaff yang juga Ketua DPD Golkar Maluku, usai Penyampaian LPJ APBD tahun 2016 di gedung DPRD Maluku menyatakan telah mengantongi siapa calon yang akan mendampingginya di Pilkada 2018.

Apakah calon yang dimaksud Assagaff adalah Edwin Huwae, Asaggaff lagi-lagi tidak menampik jika telah melakukan pertemuan dan komunikasi politik dengan Ketua DPD PDIP Maluku Edwin Huwae dalam beberapa kali pertemuan.

Kendati sinyal sudah diberikan oleh Said Assagaff, namun dirinya tidak menampik kalau semua itu terpulang kepada PDIP untuk memberikan rekomendasi kepada dirinya, untuk maju pada Pilkada Gubernur tahun depan.

Assagaff tidak memberikan alasan pasti kenapa calon wagub harus yang mendapatkan rekomendasi PDIP, namun bagi Assagaff itu merupakan salah satu syarat sebagai pendamping dirinya di 2018.DMS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *