Pelari Ultra Marathon Maluku Matheos Berhitu Persiapkan Diri Ikuti Kejuaraan Dunia 800 KM Prancis

Ambon-November 2017 nanti merupakan moment penting bagi pelari ultra marathon asal Kota Ambon, Matheos Berhitu.

Penting bagi Matheos Berhitu karena akan ada event MesaStila Trail 100 KM dan Bromo-Tengger 170 sebagai ajang mengumpulkan  pundi-pundi point menghadapi kejuaraan Dunia 800 KM Mombleng Perancis yang akan digelar Tahun 2018 mendatang.

Rute MesaStila 100 km menurutnya, memiliki keunikan tersendiri dan menjadi salah satu lomba lari paling ekstrim di Indonesia. Para peserta akan melintasi Gunung Andong, Merbabu, Merapi, Telomoyo, dan Gilibetung pada kategori 100 km.

Untuk itu, saat ini atlet kebanggaan Maluku ini sedang mempersiapkan diri untuk mengikuti event dimaksud.

Sebelum masuk ke lomba lari MesaStila dan Bromo-Tengger Oktober 2017 mendatang, Matheos Berhitu yang saat ini menempati ranking pertama Asia untuk kategori  Ultra Marathon, tengah mempersiapkan diri untuk mengikuti kejuaran Marathon Jakarta-ITB sepanjang 170 KM.

Berhitu menyatakan, pengalaman menjadi juara di Bandung serta sebelumnya juga juara di Sumba 200 KM merupakan modal yang meyakinkan dirinya untuk ikut kejuaraan serupa di Perancis.

Menurutnya Kejuaraan Dunia Mombleng sangat ekstrem, karena itu perlu mempersiapkan diri dengan baik agar bisa meraih juara.

Mauro J Alves berkebangsaan Brasil, katanya merupakan saingan dekatnya. Berhitu bertekad memberikan yang terbaik untuk Maluku terkhusus bangsa Indonesia melalui Mombleng Martahon Paris 2018.

Sebelumnya, pada Mei 2017 ia mengikuti kejuaraan Kebun Raya Bogor (KRB) 200 kilometer, mulai dari jarak jauh atau ultra marathon, hingga jarak dekat lima kilometer, yang diikuti 1.000 pelari.

Berhitu finish jam 08.30 WIB sebagai juara pertama, dengan catatan waktu 27,44 jam. Catatan waktu tersebut merupakan catatan waktu tercepat dirinya untuk lari 200 kilometer dan rekor terbaik selama mengikuti kejuaraan lari jarak jauh.

Selain pelari dari dalam negeri, jelasnya, ada beberapa pelari mancanegara yang juga ikut

Tak lupa Berhitu mengiapresiasi dukungan moral spiritual yang diberikan Pangdam XVI/Pattimura, Mayjen TNI Doni Munardo, kepada dirinya atas setiap even yang diikutinya.

Meskipun sudah berusia 45 tahun, terangnya, pria yang juga berprofesi sebagai supir angkot ini masih giat berlatih dan ikut kejuaraan nasional maupun internasional.

Dia berharap, ada atlet-atlet baru yang menekuni ultra marathon seperti dirinya, untuk membawa nama Maluku dan Indonesia di dunia internasional.DMS

Karakteristik Alam Maluku Cocok Untuk Lomba Lari Ultra Marathon

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *