Pemerintah Belanda Dan DKP Maluku Gelar Workshop “Pressure Cooker”

Ambon-Kepala dinas Perikanan dan Kelautan provinsi Maluku, Romelus Far Far mengatakan, pengembangan program-program kelautan dan perikanan dalam mengelola potensi perikanan yang dimiliki provinsi Maluku  memerlukan dukungan infrastruktur yang kuat yaitu pelabuhan perikanan kargo. Hal tersebut diungkapkannya dalam workshop  “Pressure Cooker” Inisiasi Pengembangan Pelabuhan Perikanan Kargo, Selasa pagi.

Dijelaskannya, sehubungan dengan hal tersebut maka pemerintah Belanda melalui kedutaan besar kerajaan Belanda berkomitmen untuk mendukung pemerintah daerah provinsi Maluku untuk lebih mengembangkan industri perikanan.

Tujuan yang ingin dicapai dari dukungan yang dilakukan oleh pemerintah Belanda dan juga provinsi Maluku dalam pengembangan kedepan diantaranya menghimpun visi,misi dan pemikiran para pemangku kepentingan guna mengembangkan pelabuhan perikanan kargo di Ambon, selain itu melakukan studi cepat serta diskusi mengenai calon lokasi, tata letak, tata ruang, perkiraan estimasi pembiayaan serta lingkup pentahapan pengembangan pelabuhan perikanan kargo di Ambon.

Dengan sasaran perumusan visi dan konsep bersama dari para pemangku kepentingan utama terkait pengembangan pelabuhan perikanan kargo di Ambon sehingga dapat membuahkan makalah konsep pengembangan pelabuhan perikanan kargo di Ambon yang di dalamnya termasuk harapan, lingkup pengembangan, pentahapan, organisasi, lokasi dan tata ruang lay-out, serta perkiraan biaya tertingg yang hasilnya akan dipresentasikan di hadapan presiden Joko Widodo.

Diungkapkan Far Far,provinsi Maluku memiliki luas wilayah 712.479,65 km2, dimana 92,4% adalah wilayah laut dan 7,6% lainnya merupakan wilayah darat. Distribusi ini, lanjutnya membuktikan ukuran luas laut 13 kali dari luas darat yang ada. Wilayah kepulauan dengan dukungan panjang garis pantai 10.630,10 km ini menyimpan potensi sumber daya alam dan lingkungan yang cukup tinggi, walaupun distribusi sumberdaya alamnya tidak beragam.

Eksistensinya dalam lingkup perairan Indonesia, menurutnya menyimpan potensi sumber daya ikan sebesar 1.729,1 ribu ton atau sekitar 26% dari potensi sumber daya ikan Nasional. Dalam konteks produktifitas perikanan, Provinsi Maluku memberikan kontribusi produksi perikanan nasional sebesar 9,67%, jauh lebih tinggi dari rata-rata kontribusi nasional sebesar 3,03%.

Ditegaskannya, dengan adanya pelabuhan perikanan kargo di Ambon nantinya diharapkan akan lebih meningkatkan produksi export ikan ke luar negeri.DMS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *